Showing posts with label Humbling. Show all posts
Showing posts with label Humbling. Show all posts

17 October 2006

Thanks!!!

Now, I can face the problems with peace…
Thanks to the Word of God, that teaches me
1. to give my right first
2. to look at the focus… What are the more important things to save or to achieve
3. to ask and hear advices…
And than…. Thanks to the problem itself.
… "u r going to make me stronger and wiser!!" Hehe.. ;)

I can do all things through Christ who strengthen me….
All things work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose

17 August 2006

Marah?

Kita semua pernah marah. Ada yang bisa menunjukkan kemarahannya ada yang tidak bisa. Marah itu manusiawi. Semua orang bisa marah. Akan tetapi ketika kemarahan itu menjadi kekecewaan dan tidak bisa memaafkan, kemarahan ini menjadi hal yang tidak baik buat orang yang marah itu sendiri.

Coba kita perhatikan alasan orang yang marah, atau kita tanya pada diri kita sendiri, mengapa kita bisa marah? Apa alasan kita marah? Kebanyakan alasan dari kemarahan adalah merasa haknya diabaikan atau tidak dihargai.

Bagaimana mengatasinya? Cara mengatasinya adalah dengan menyerahkan semua hak kita kepada Tuhan. Hak untuk dikasihi, hak untuk dihormati atau dihargai dan semua hak lainnya. Jadi sekarang kita tidak lagi memiliki hak-hak itu karena semua sudah kita berikan kepada Dia. Jadi sekarang kita tidak punya lagi alasan untuk marah dan kecewa bukan? :) (Bukankah ini yang dimaksud dengan menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan?)

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum dan Ia mengajarkan jalanNya kepada orang-orang yang rendah hati (Maz 25:9)

Tetapi orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah (Mazmur 37:11)

Rendahkanlah dirimu dibawah tangan Tuhan yang kuat supaya ditinggikanNya kamu pada waktunya (1 Petrus 5:5)

11 August 2006

Kuatir?

Pernah tidak bisa tidur atau susah tidur karena memikirkan suatu masalah padahal sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikannya pada saat itu? Atau bahkan bisa terbangun malam hari hanya karena masalah tertentu?

Hal tersebut hanya contoh akibat dari rasa kuatir. Kekuatiran terjadi karena kita belum menyerahkan semua kekhawatiran kita kepada Tuhan, Kekuatiran tidak akan menambah sesuatu apapun dalam menyelesaikan masalah, malah hal tersebut hanya akan membuat kita susah untuk berkonsentrasi dalam menghadapi masalah.

Apapun yang kita hadapi di depan, bagaimanapun sulitnya hal itu, pasti ada jalan keluarnya. Kita tidak perlu takut karena Tuhan berjanji kalau Dia akan selalu menyertai. Rendahkan diri kita dan Dia akan membela kita.

1 Petrus 5: 9 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya sebab Ia yang memelihara kamu”

Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikranmu dalan Kristus Yesus”

Amsal 12:25a “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang”

Matius 6: 27 “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya?”

1 Kor 7:32 “Aku ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran”

28 June 2006

Mustinya ringah sih!

Pernah baca Matius 11:28-30? di sana tertulis, ”Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.”

Ayat ini merupakan ayat favorite bagi orang yang sedang letih dan lesu, ya datang kepada Tuhan dan menikmati hadiratNya. Memang, ketika kita sedang letih dan lesu, dan datang kepadaNya, kita akan mendapatkan kekuatan baru. Itu hal pertama yang saya dapat dari Firman tersebut di atas.

Hal kedua adalah, memikul kuk harusnya ringan. Kuk dari Tuhan itu ringan, even seberat apapun masalah kita. Beratnya kuk tidak sama dengan beratnya masalah kita. Kuk kita itu selalu ringan. Bagaimana caranya? Dengan belajar kepada Dia. Belajar dalam hal apa? Dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati. Ketika kita memiliki roh yang lemah lembut dan rendah hati, segala masalah kita akan kita anggap sebagai kuk yang ringan.

Yang saya pelajari dari kata kelemahlembutan dan kerendahan hati kaitannya dengan kelegaan adalah, kelemahlembutan dan kerendahan hati itu membawa kita pada sikap hati yang mau diubahkan, tidak mengandalkan kekuatan sendiri (tapi kekuatan dan anugerah dari Tuhan), dan keadaan tau bahwa di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini yang membuat kita selalu merasa kuk itu ringan dan enak dipikul dalam masalah dan beban apa saja. Bagaimana dengan pendapat anda?

21 April 2006

tantangan team

Plan yang Tuhan berikan dalam hidup kita is greater dari yang bisa kita kerjakan sendiri… so that is why we need people
Akan tetapi nih, karena mereka bukan kita, jadi ya… gitu lah… banyak hal yang tidak bisa sama. Kadang kita tidak mengerti mereka dan mereka tidak bisa mengerti kita… hehe…
Tapi itu inti dari semuanya…
Kenapa Tuhan maunya team
Kenapa Tuhan gak mau single fighter
Ya, supaya kita bisa belajar merendahkan diri satu dengan yang laen.
Gak merasa kita benar sendiri…
Kadang ni, justru waktu kita merasa benar, kita justru salah…
Kita perlu waktu untuk koreksi diri sendiri
Are we humble enough?
Ya ini tantangan team
Tantangan untuk meraih sesuatu yang besar tadi...
Tujuan kita adalah impian kita… kesatuan dan kerendahan hati adalah caranya
Tujuan Tuhan adalah kesatuan dan kerendahan hati…. Impian yang terwujud hanyalah rewardnya