I just think.. That many things come from simple things And I could learn and enjoy many things from them..
09 November 2008
The sims dan Aspirasi
Yang belum tau game the sims, ya kita tuh ngatur orang-orangan yang kita bisa pilih sendiri bentuk wajahnya gimana, warna kulitnya, matanya, pakaiannya, bahkan rumah beserta accesorisnya. Kita juga yang suruh dia mandi, buang air, kerja, dll. Pokoknya seru juga. Aku jadi ingat waktu kecil aku doyan main “pensil-pensilan” ya itu, aku menganggap pensil-pensilku itu orang-orang yang aku jalanin. Aku pake kotak pensilku sebagai tempat tidurnya, buku sebagai lantainya dan macem-macem lagi barang yang ada dirumah yang kuimaginasikan sebagai apa aja yang aku suka deh pokoknya. Nah the sims ini rasanya versi digitalnya deh.
Yang menarik dari the sims ini, orang/orang-orangan yang kita jalanin ini punya cita-cita dalam hidupnya. Misalnya jadi sangat ahli dalam tujuh kemampuan. Trus, tiap kali kita mainin dia untuk belajar dan meraih satu poin, aspirasinya naik bisa golden atau platinum yang berarti moodnya jadi naik alias dia jadi bahagia deh.
Aku jadi ingat diri sendiri. Ingat aku yang lagi belajar masak. Tiap kali aku berhasil masak satu jenis makanan, rasanya semangatku bertambah. Rasanya aspirasiku bertambah kayak orang-orangan the sims hihihi gak tau ngaco apa ndak, tapi aku sangat senang. Gak tau apakah ini ada hubungannya dengan cita-cita hidupku? Rasanya ya. Eit, jangan salah tanggap dulu. Cita-citaku bukan jadi koki, loh. Tapi cita-citaku ya bisa melayani keluargaku, bisa jadi berkat, nah. Bisa serve makanan kan salah satu dari itu. Jadi bener, kan kalau aku bahagia sekali tiap kali aku berhasil belajar masak? Heheh. Anyway, semua ini berkat suamiku juga, makasih ya honey, sudah memberikan aku semangat dengan memakan dengan lahap semua masakanku yang entah enak apa ndak… you are my insprirasion, you are my aspirasion
15 September 2008
Sambil Makan Sate...
Pelayannya menghampiriku dan bertanya, ngunjukannya apa, Mbak? Aku celingukan bingung mau jawab apa. Aku menatap suamiku dengan tatapan minta bantuan. Andi sambil tersenyum memberi tau padaku kalau pelayannya menanyakan kita mau minum apa. Kemudian aku segera menjawab, “teh hangat aja.”
Itu adalah salah satu dari sekian kalinya aku kebingungan komunikasi dengan orang-orang daerah sini. Ya, sejak aku menikah, aku tinggal di kandangan, Jawa Timur. Tinggal di daerah yang memiliki banyak sekali perbedaan baik dalam makanan, dan yang paling terasa adalah perbedaan bahasa dengan daerah asalku, Donggala.
Kalau masalah makanan sih, aku dengan mudah dapat menyesuaikan karena aku termasuk bisa makan apa saja kecuali makanan basi dan jeroan hehe. Tapi kalau masalah bahasa, aku sering sekali bingung. Kalau cuman bahasa jawa suroboyoan, aku masih bisa dengar karena aku sempat tinggal di surabaya selama 4-5 tahun dan kemudian pindah ke Donggala selama 4 tahun, jadi itupun aku masih harus menyesuaikan diri lagi. Tapi ini, disini rasanya dituntut untuk “boso” yaitu bahasa jawa halus yang mendengarkannya saja aku baru kali ini.
Sudah beberapa patah kata diajar oleh suamiku, “setunggal itu satu, kaleh itu dua, tigo, sekawan, gangsal..selikur, slawe, seket, swidak….” Yap, at least aku harus tau itu karena aku jaga toko…
Sambil menghabiskan sepuluh tusuk sate yang nikmat ditemani nasi dan the hangat, pikirianku melayang ke beberapa tahun lalu, Pak Benny, Gembala Sidang Gereja MSI surabaya sedang khotbah tentang panggilan hidup dan tentang ladang misi. mendengarkan khotbah beliau seakan mengamini semua kerinduanku untuk pergi ke ladang misi, untuk penginjlan. Rasanya saat itu aku berseru-seru, “Tuhan, kapan aku bisa pergi misi?” saat itu aku sedang memikirkan Asia, populasi penduduk terpadat dunia dimana Kristus belum banyak diberitakan, dimana masih banyak orang yang hidup dalam kegelapan.
Tuhan mendengarkan aku, Pak Benny mendekat ditempat aku duduk dan tiba-tiba bernubuat, “Aku mendengarkan kerinduanmu, kerinduan itu Aku yang taruh dalam hatimu. Kau mungkin bertanya, bagaimana caranya, ya Tuhan aku bisa kesana? Percayalah, Aku yang akan membawamu kesana, ketempat dimana engkau tidak menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang sedang kau tekuni, Aku akan membawamu dengan cara yang tidak kau ketahui.”
Aku menyendokkan bumbu sate terakhir ke dalam mulutku. Asia, penduduk yang padat, bahasa yang berbeda.. ah, siapa menyangka kalau Dia membawaku ke tempat ini menjadi ladang misi bagiku?
Dia membawaku melalui pernikahan dengan Andi. Dia melengkapi aku dengan keluarga. Aku tidak lagi sendiri tapi memiliki suami yang akan memberikan visi dan perlindungan bagiku. Dengan keluargaku ini, kami mendapatkan kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang-orang disekeliling kami.
Aku mungkin lupa, tapi Dia tidak pernah lupa Nubuatan sedang digenapi dan aku bersemangat…
13 September 2008
Arigatao
Kali ini kami ingin menuliskan tentang bagaiamana perasaan kami pada hari tersebut. Kami berdua pada awalnya cukup nervous, tapi akhirnya bagi kami, saat tersebut sungguh-sungguh menjadi hari yang sangat berbahagia. Bukan hanya karena akhirnya tidak lagi dua tapi satu, tapi pada saat itu kami juga melihat betapa baiknya Tuhan itu, betapa kami dilimpahi dengan kasih karunia olehNya, kami mendapat favor dari keluarga dan teman-teman dekat kami yang kami cintai. Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kami kepada,
1. First of all, Our beloved Saviour, Jesus Christ. Segala puji syukur bagi Dia, yang begitu baik dan penuh rahmat, penuh kasih karunia yang tiada taranya. Dialah yang menjadikan kami, Dialah yang mempertemukan kami dalam kasih, Dialah yang membuka jalan yang penuh dengan kemurahan, Dia yang membimbing kami dalam membangun hubungan, Dialah yang menaruh mimpi dalam hati kami, Dia jugalah yang memberikan kami kekuatan untuk meraih mimpi itu. Dia sungguh membuat kami memiliki kehidupan yang penuh dengan arti.
2. Both of our parents. Untuk restu mereka yang membuat kami tau kalau kami melangkah ke tempat yang benar sehingga pintu-pintu berkat terbuka dan melimpahkan berkat datang kepada kami. Untuk dukungan mereka baik dalam materi maupun moral. Mereka adalah orang-orang yang paling kami kagumi.
3. Pak Benny dan keluarga, sebagai hamba Tuhan yang setia, yang telah membimbing kami selama ini, terutama dalam teladan hidup yang saleh.
4. Cek Ming dan cim Shinta, yang membuat dua keluarga kami menjadi satu.
5. Untuk Ako Cek yang telah merias kami pada saat acara pernikahan di Kandangan
6. Untuk Keluarga Go Ko Tiu dan Fidel karena telah menyediakan rumahnya untuk ditinggali oleh tamu-tamu kami yang datang dari jakarta.
7. Untuk adik-adik kami, Robin dan Lily yang telah menjadi seksi sibuk sekali, mengurusi semua keperluan-keperluan kami sehingga kami tidak dibebani pikiran apapun selama the wedding day.
8. Keluarga koko dan Cie-cie yang telah membantu begitu banyak
9. Diko yang Khusus datang dari Australia untuk menghadiri pernikahan kami
10. Untuk Nancy dan EB John, Wenda dan Handa yang dengan ramah membantu menjadi penerima tamu
11. Yohan dan Olivia yang telah menjadi ban lang dan ban niang yang tampan, cantik dan sigap
12. Pak Christmet dan tim usher yang telah begitu sigap dalam memberikan bantuan selama bahkan sebelum pesta penikahan dimulai.
13. Pak Chrismet dan Ibu Dewi yang telah mengizinkan Audrey yang cantik menjadi penabur bunga
14. Kak Dewi yang telah memberikan bantuan sebagai ketua koordinasi pemberkatan di gereja dan juga sebagai Master of Ceremony pada hari pertunangan kami yang indah
15. Pak Martin dan tim musik gereja yang telah memainkan musik dengan begitu piawai sehingga moment pemberkatan kami terasa begitu penuh sukacita
16. Pak Rony Gara dan Ibu Triya. Pak Rony sebagai Master of Ceremony pada pemberkatan dan Ibu Triya yang telah membantu dalam pembuatan surat pemberkatan gereja.
17. Pak Daniel yang telah mendekor gereja dengan begitu indahnya pada hari bahagia kami dan telah mengizinkan Kenneth untuk menjadi pembawa cincin kami.
18. Ibu Lia yang telah membantu begitu banyak dengan menyediakan restaurant dengan makanan yang enak.
19. Ko Puguh yang telah mendokumentasikan moment-moment bahagia kami dengan profesional
20. Ovan dan Putri yang merias kami dengan sangat apik
21. Ce reytha yang membuatkan undangan dan menyiapkan mobil dengan tepat waktu
22. Ce Anna yang menyiapkan gaun pengantin yang indah
23. Keluarga dan teman-teman dekat kami yang telah menyumbangkan lagu sehingga pesta pernikahan kami menjadi meriah
24. Saudara-saudara kami yang kami cintai dan sahabat-sahabat kami yang berharga yang walaupun jauh dari luar kota, luar pulau jawa maupun luar negeri, ataupun yang dari surabaya yang sengaja datang untuk menghadiri pernikahan kami. Kami sangat menghargainya
Selain hari pernikahan, kami juga melihat bahwa kami selalu mendapatkan kasih karunia dari keluarga dan sahabat-sahabat kami.
Terima kasih untuk
1. Papa dan Mama Kandangan yang senantiasa memberikan semangat dalam membuka toko
2. Papa dan Mama yang dari Donggala memberikan ucapan selamat dan kata-kata yang memotivasi
3. Cek Ming dan Cim Shinta yang telah membantu dalam pembangunan rumah
4. Cim Shinta yang telah membiarkan Andi untuk belajar beberapa lama di bengkel AHASSnya sehingga Andi bisa membuka toko dan bengkel sepeda motor seperti sekarang
5. Ko Tiu Ayen yang telah memberikan banyak nasehat yang berguna dalam pembukaan toko dan bengkel kami juga telah memperkenalkan kepada kami montir yang sangat baik dan profesional
6. Pek Yap, Cim Shinta,dan Cek Wan yang mengirimkan karangan bunga yang indah, Om Leo yang memberikan kado, mak yang dan mak ik yang mengunjungi toko kami pada Grand opening toko dan bengkel kami semuanya begitu memberikan semangat bagi kami
7. Giu Hwa yang telah membantu membuatkan spanduk dan banner promosi pembukaan toko dan bengkel kami
8. Untuk para ojek yang mangkal di depan toko dan bengkel kami karena telah membantu mempromosikan toko dan bengkel kami
Arigatao,
Andi dan Fanny
26 June 2008
It is when i come to You
And put all my hope in You
My heart is full
Full of joy
My soul know that this is the place where I belong
24 June 2008
Waktu: Modal yang berharga
Setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu 24 jam setiap hari. Setiap harinya kita diberi tanggung jawab untuk mendayagunakan waktu tersebut. Uniknya, waktu tidak bisa berhenti. Setiap kali kita berhenti, waktu akan berlalu meninggalkan kita dan kita tidak akan bisa mendapatkan kembali waktu yang sudah pergi.
10 June 2008
Getting Married
Bagaimana ndak, pada saat yang sama, kita memikirkan persiapan-persiapannya, dananya, waktunya, kepentingannya.. kadang kala untuk mencapai kata sepakat, kita perlu berantem dulu. Eit, salah.. bukan itu yang membuat kami sepakat, yang membuat kami sepakat adalah ketika salah satu dari kita cukup rendah hati untuk mendahulukan kepentingan yang satunya lagi. hehe
Kemudian, ada satu hal yang cukup membuat kacau hatiku, yaitu ketika memikirkan aku harus berpisah dengan kedua orang tuaku. Yah, menurut aturan keluarga Tiong Hoa, si cewek harus ikut si cowok. Nah lo, pamaku tinggalnya di Sulawesi gini, dianya tinggal di Jawa Timur sana… hiks. Dari tempatnya dia aja ke Surabaya perlu dua jam lebih, dari Surabaya ke rumah pama aja perlu sekitar tiga jam by plane (total dua jam di udara). Huaaaaaa………jadi ingat ketika pertama kali harus pisah dengan pama karena harus sekolah di kota Malang. Rasanya kira-kira kayak gitu deh. Sedih emang, tapi ya aku tau lah ini semua demi kebaikan aku juga…
Kebaikan seperti apa? Ya kebaikan indahnya pernikahan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan.
Aku percaya, kalau pernikahan yang akan pasanganku dan aku bangun nanti akan menjadi pernikahan yang bahagia, pernikahan yang memuliakan Tuhan, jadi berkat bagi banyak orang, pernikahan yang di dalamnya kita akan fulfill panggilan Tuhan yang sudah diberikan bagi kita. Amiinn hehe
Jadi even kayak perasaan bisa kayak gado-gado (eh, gado-gado enak, kali :P), aku akan menikmati setiap momentnya, aku mau belajar dari semua hal baru yang aku alami. Ayo Fanny, Semangat!
03 June 2008
Kedutan
emang napa ya mata kok bisa kedutan?
ada yang bilang tu pertanda bakal dapet hadiah, hehe.. kalo gt asik, gw bakal dapet hadiah yang buanyakk.. hehe.. ;)
26 May 2008
Si Mail
Temen-temannya rame-rame mendukung dia untuk segera menikah, “ayo Mail, tunggu apa lagi? kamu cinta, kan sama dia?” dia mengangguk semangat.
“Bukan hanya mau pacaran tapi gak mau nikah, kan?” dia menggeleng dengan tegas. “Keluarganya mempermasalahkan duit?” teman-temannya bertanya dengan hati-hati “gak juga sih..” jawabnya pelan
“Lha trus?” teman-temannya keheran-heranan penasaran “dia setelah menikah gak mau tinggal di rumahku.”
Oo, ternyata itu toh yang bikin si Mail kebingungan. Yah emang wajar juga sih kalo pacarnya ndak mau tinggal dirumahnya Mail. Di rumah itu yang ada cuman ketiga kakaknya mail yang cowok semua dan belum menikah semua. Mana papa dan mamanya mail juga sudah tiada. Yah, terpaksa emang cari rumah kontakan atau kos-kosan dulu.
Well, memulai suatu rumah tangga emang kadang banyak tantangannya, tapi pasti ada jalan keluarnya lewat the power of love menurutku. Jadi, good luck ya Mail!
22 April 2008
Mari Lestarikan Bumi Kita
Hari ini, tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi. Hari bumi yang mulai diperingati sejak tahun 1970 diadakan untuk mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian bumi, agar bumi tetap menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali kita sekarang dan juga untuk generasi mendatang.
Momen ini juga pas sekali untuk kita untuk mulai introspeksi diri untuk menjadi ramah lingkungan dan hemat energi, juga karena issue global warming juga perlu untuk diperhatikan oleh siapa lagi kalau bukan kita-kita sendiri sebagai penduduk bumi yang paling superior dibanding makhluk yang lain.
Beberapa hari yang lalu saya sempat membaca tips-tips untuk mengambil bagian peduli pada bumi dan mencegah global warming terus berlanjut
1. Tanamlah pohon
2. Gunakan tas kain untuk belanja daripada menggunakan tas plastik atau kertas
3. Gunakan barang-barang yang masih dapat dipakai seperti amplop, folder, dll
4. Gunakan kertas pada kedua sisinya
5. Matikan monitor computer anda pada saat break time
6. Sebisa mungkin, gunakan transportasi publik
7. Pilihlah jalan pintas ketika anda berkendara
8. gunakan AC sejarang mungkin
9. Jangan masukan makanan yang panas ke dalam kulkas anda
10. Tanamlah sendiri bahan-bahan dapur yang dapat anda tanam ditaman/ belakang rumah anda
11. Pilihlah makanan yang berasal dari daerah terdekat dengan saudara untuk mengurangi beban transportasi
12. Pilihlah makanan segar, dan bukan makanan dari pabrik
13. Gunakan barang-barang daur ulang
14. Gunakan kuas rol atau kuas tangan untuk mengecat daripada spray
15. Bukalah jendela untuk mendapatkan cahaya dari sinar matahari dan udara yang segar daripada menyalakan lampu dan menyalakan AC pada siang hari
16. Gunakan seminim mungkin alat-alat elektronik
17. Jika memungkinkan, pakailah sepeda daripada kendaraan bermotor
18. Sumbangkanlah barang-barang yang tidak anda pakai
Hal-hal tersebut diatas bagus juga untuk diterapkan. Selain menyelamatkan bumi kita, kita juga jadi berhemat, pengeluaran juga menjadi minim dan kita juga pastinya jadi lebih sehat. :)
19 April 2008
10 Tahun Tragedi May 1998
Sudah hampir 10 tahun hal tersebut terjadi
Apakah kejadian ini sudah diselesaikan?
http://www.peacefulindonesia.com/petition/