Pindah dari Donggala ke Kandangan.
yap, sudah beberapa bulan ini aku pindah tempat tinggal dari Donggala ke kandangan-Pare. Dari desa satu ke desa lainnya. hehehe. kedengarannya emang sama ya. dari desa ke desa.. tapi ya emang dari desa ke desa. jadilah aku benar-benar orang desa. aduh ngaco nih, intinya bukan itu deh. tapi omong-omong, kenapa emang kalau orang desa? hehe aku cukup bangga jadi orang desa. bukannya sayur mayur dan ikan-ikan terbaik itu dari desa? banyak orang-orang penting juga dari desa, loh. termasuk saya haha (ngaco banget deh).
well, benere post kali ini saya pengen banget tulis tentang perbedaan Donggala dan Kandangan, yang walaupun sama-sama desanya, punya banyak perbedaan.
1. Kandangan banyak sayur seger, depan rumah pas ini pasar yang cukup besar dengan sayur dan buah yang seger setiap hari, banyak, komplit dan murah! kangkung seikat bo, cuman 200 perak. akhir-akhir ini ada naik sih, jadi 250 kira-kira :P jadilah aku sangat senang di sini. tiap hari pup dengan lancar karena asupan serat dari sayuran tak pernah kurang. hahaha. Tapi ikan laut nan segar seperti di Donggala ndak ada emang. ada sih ikan, tapi ikan air tawar kayak bandeng gt. tapi kan aku kangen juga sama ikan baronang, ikan katamba, ikan sunu, ikan lajang, katombong yang digoreng trus dimakan sama dabu-dabu. waks!! lapar!!! yah ntar kalau aku pulang Donggala aku pengan makan ikan sebanyak-banyaknya! huhu
2.Kandangan, hampir semua orang ramah-ramah. even gak kenal, semuanya menebar senyuman manis. ah, "Indonesia" banged (ya donk, Indonesia kan kalau di iklankan buat pariwisata kan gitu, 'bangsa yang murah senyum," yang entah sejak kapan mulai hilang, terutama di kota-kota). kalau makan di warung gt, even gak kenal, mereka kalau mau makan mesti pamit dulu, "mari makan," gitu. yang kayak gini, nih di Donggala kayaknya ndak ada. kalau ndak kenal ya gak nyapa-nyapa gt. makanya aku pas makan di warung sate kambing dan gule (oya nih juga perbedaan Donggala dan kandangan, habis gini ta bahas aja deh) cukup kaget juga. eh, apa itu brati Donggala gak termasuk Indonesia, ya hihi. ya rasanya ya, yang diiklankan tentang senyuman itu representasi dari pulau jawa deh. hehe atau semuanya gt kecuali Donggala dan kota-kota besar? wah, brati Donggala masuk kategori kota besar? (Mulai deh, ngaco lagi)
3. ya di kandangan terkenalnya sate dan gule kambing. di depan toko ada satu warung sate dan gule kambing ini. mulai bakar-bakarnya jam 5 sore dan baunya masuk ke toko bikin perut keroncongan pengen cepet tutup toko, padahal tutupnya jam 6. jadi deh, satu jam itu waktu penyiksaan buat lambung. hehe. tapi aku gak doyan sate kambing. entah karena udah di wanti-wanti sama ortu dari kecil agar jangan makan makanan berkolestrol atau gimana, yang jelas, pertama kali makan sate kambing aku agak takut melihat lemaknya dan efeknya setelah makan. puanas bo! menurut aku seh, rasanya gak jauh beda sama sate ayam. bedanya ya itu, sate kambing lebih berlemak dan bikin badan panas. jadinya aku lebih prefer makan sate ayam di pojokan jalan itu, kalau yang itu rasanya nikmat banged hehe. Donggala gimana? ada yang jualan sate kambing? tidak ada. Donggala hawanya ndak cukup dingin buat penduduknya mengkonsumsi daging "panas" tersebut. ya setelah ini aku mau bahas tentang letak iklim kedua desa ini dah hehe
4. Donggala yang panas. ya, panas banget karena dekat pantai hehe. kandangan lebih dingin, dekat dengan pegunungan. ya gitu aja. no other comment. oya seh, Donggala juga deket gunung, tapi rasanya hawa lautnya yang menang deh. hehehe
5. Donggala jauh lebih luas dari kandangan. aku ndak tau seberapa luas, tapi yang jelas pasti lebih luas even sekarang wilayah Donggala udah terbagi-bagi, pokoknya Donggala lebih luas. Soalnya kalau mau menelusuri Donggala tu bisa berhari-hari. tapi kalau Kandangan mah, gak cukup sehari dah selesai. however, aku ndak yakin kalo jumlah penduduknya donggala lebih banyak. bisa jadi kalah tuh sama kandangan. kesimpulannya, kepadatan penduduknya kandangan ini jelas lebih tinggi dari Donggala. ya namanya juga pulau jawa.. nah, keuntungannya tinggal di kandangan dengan kepadatan penduduk yang tinggi ini, pembelinya jadinya juga lebih banyak. hehe ajib, kan? bagaimana dengan donggala donk? wah, Donggala tuh gak usah ditanya lagi. dengan daerah dekat laut dan punya pelabuhan barang plus daerah yang luas untuk perkebunan, lapangan pekerjaan tidak kurang deh!
6. jam kerja. kandangan tuh, pagiiii banget sampe aku kaget. jam 4 pagi aja pasar dah buka. rata-rata tokonya buka jam 6 pagi. itu belum seberapa. Salon pun jam 6 dah buka, loh... trus kalo Donggala gimana? disana rata-rata buka jam 8. bahkan ada juga yang jam 9. trus kalo siang juga ada yang tutup segala. knapa gt? ya rasanya karena kebiasaan doank kalo yang ini. jadilah aku juga harus belajar bangun pagi dan ternyata bisa hihi gimana gak bisa, wong tokoku aja bukanya jam 6.30. tapi lama-lama juga biasa. asik juga bangun pagi, bisa menghirup udara segar di halaman belakang sambil liat-liat kapaan ya rumput gajahku menutupi seluruh halaman? ( kira-kira 2 bulan yang lalu aku beli rumput gajah untuk nutupi halaman belakang rumah. aku belinya 100 kantong trus dapet bonus 3 kantong. sampe sekarang, biar yang 103 kantong itu bisa rata di tanem di halaman, aku tanemnya kasi jarak 30 cm. sekarang udah kira-kira 2 bulan, jaraknya kira-kira sisa 26 cm jadi kira-kira kapan ya baru bisa penuh? setahun? huaaaaa...!)
masih banyak lagi nih, sampe cape nulisnya. hehe. ya yang jelas keduanya memiliki persamaan, yaitu kedua-duanya aku kangenin. kalo lagi di kandangan, aku kangen Donggala, kalau lagi di Surabaya (ya donk aku belum pernah pulkam nih), kangen kandangan. ya susah emang jadi orang yang banyak maunya. heheh. tapi ya wajarlah... sapa suruh nikah jauh-jauh. yang jelas. I love kandangan, I love Donggala!!
I just think.. That many things come from simple things And I could learn and enjoy many things from them..
Showing posts with label Donggala. Show all posts
Showing posts with label Donggala. Show all posts
10 January 2009
04 December 2007
Mimpi tentang Donggala
Bupati Donggala mengadakan rapat perbaikan kabupaten, mengundang semua staf pegawainya
1. kepada kepala PLN, “Periksa semua instalansi listrik, kalau ada yang rusak, segera ganti dengan yang baru. Ingat, saya tidak mau mesin second hand meskipun harus membayar mahal pada awalnya, tapi itu akan dapat digunakan sampai jangka panjang. saya tidak mau pemadaman listrik bergilir lagi di Donggala. Pemadaman listrik bergilir ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. apa kata dunia?”
2. Kepada bagian pajak. “Adakan seminar pajak buat semua masyarakat Donggala. Ajarkan mereka bagaimana membayar pajak dengan benar. Buat sesederhana mungkin sehingga bahkan mange-mange dan ina-ina yang lulusan sd pun mengerti. Laporkan semua pungli dalam bentuk apapun. Dan tindak tegas semua pelakunya.
3. kepada bagian Pemuda dan olahraga, “Adakan malam kesenian dan budaya, adakan kegiatan olahraga bagi para pemuda Donggala. Buatlah para pemuda Donggala mempunyai kegiatan yang membangun. Adakan seminar-seminar menentang narkoba dan HIV. Narkoba dan HIV sungguh akan merusak mereka yang adalah calon pemimpin bangsa kita.”
4. Kepada bagian transportasi. “buat akses menuju ke Donggala semudah mungkin agar semua orang bisa dengan bebas datang ke Donggala. Perbaiki jalan-jalannya. Adakan terminal-terminal yang mudah dijangkau oleh semua daerah. Perlebar pelabuhan dan kapasitasnya. Pastikan semua jalan menuju daerah pariwisata menjadi mudah dilalui.
5. Kepada bagian pariwisata. “kembangkan dan rawat daerah-daerah pariwisata, seperti pantai pasir putih Tanjung Karang, Pusat Laut, Banioge, danau Talaga, danau Lindu dan lain sebagainya Undang semua pengusaha untuk menawarkan mereka membuat hotel-hotel di daerah pariwisata-pariwisata tersebut.
6. kepada bagian perekonomian dan pendidikan, “buat sekolah intrepreneurship kepada semua masyarakat yang mau ikut. Ajarkan kepada masyarakat bagaimana membuka usaha sendiri sehingga bisa membuka lapangan-lapangan kerja yang baru di Donggala.”
7. kepada bagian pertanian dan perkebunan, “adakan penyuluhan di daerah-dearah bagaimana caranya bertani dan berkebun yang benar agar hasil mereka maksimal sehingga memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.”
8. Kepada bagian PDAM, “saya mau air bersih mengalir ke seluruh penduduk Donggala 24 jam satu hari dan 7 hari dalam satu minggu. Tidak terkecuali”
9. kepada bagian pendidikan, “Saya akan menaikan gaji guru dan memperhatikan kesejahteraan para guru. Akan tetapi saya bener-benar ingin semua guru sungguh-sungguh berdedikasi pada perkerjaannya. Berdisiplin tinggi dan juga memberikan contoh teladan yang baik bagi semua murid-muridnya. Periksa semua data anak-anak dengan melihat di kartu keluarga. Kalau ada anak yang sudah usia sekolah tapi belum bersekolah, temui mereka. Mereka harus sekolah"
10. kepada bagian kesehatan. “semua pasien di rumah sakit harus dilayani dengan baik tanpa terkecuali. Adakan fasilitas-fasilitas yang baik untuk suatu rumah sakit termasuk dokter-dokter yang berdedikasi.”
"Kalau ada ide lagi untuk membangun daerah kita tercinta Donggala, silahkan memberikan masukan… "
dan para pegawainya mengangkat tangan dan memberikan lebih banyak ide lagi untuk pembangunan dan kemajuan Donggala
Hehe… itu adalah sekilas khayalan saya ketika matahari baru saja terbenam hari ini..
1. kepada kepala PLN, “Periksa semua instalansi listrik, kalau ada yang rusak, segera ganti dengan yang baru. Ingat, saya tidak mau mesin second hand meskipun harus membayar mahal pada awalnya, tapi itu akan dapat digunakan sampai jangka panjang. saya tidak mau pemadaman listrik bergilir lagi di Donggala. Pemadaman listrik bergilir ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. apa kata dunia?”
2. Kepada bagian pajak. “Adakan seminar pajak buat semua masyarakat Donggala. Ajarkan mereka bagaimana membayar pajak dengan benar. Buat sesederhana mungkin sehingga bahkan mange-mange dan ina-ina yang lulusan sd pun mengerti. Laporkan semua pungli dalam bentuk apapun. Dan tindak tegas semua pelakunya.
3. kepada bagian Pemuda dan olahraga, “Adakan malam kesenian dan budaya, adakan kegiatan olahraga bagi para pemuda Donggala. Buatlah para pemuda Donggala mempunyai kegiatan yang membangun. Adakan seminar-seminar menentang narkoba dan HIV. Narkoba dan HIV sungguh akan merusak mereka yang adalah calon pemimpin bangsa kita.”
4. Kepada bagian transportasi. “buat akses menuju ke Donggala semudah mungkin agar semua orang bisa dengan bebas datang ke Donggala. Perbaiki jalan-jalannya. Adakan terminal-terminal yang mudah dijangkau oleh semua daerah. Perlebar pelabuhan dan kapasitasnya. Pastikan semua jalan menuju daerah pariwisata menjadi mudah dilalui.
5. Kepada bagian pariwisata. “kembangkan dan rawat daerah-daerah pariwisata, seperti pantai pasir putih Tanjung Karang, Pusat Laut, Banioge, danau Talaga, danau Lindu dan lain sebagainya Undang semua pengusaha untuk menawarkan mereka membuat hotel-hotel di daerah pariwisata-pariwisata tersebut.
6. kepada bagian perekonomian dan pendidikan, “buat sekolah intrepreneurship kepada semua masyarakat yang mau ikut. Ajarkan kepada masyarakat bagaimana membuka usaha sendiri sehingga bisa membuka lapangan-lapangan kerja yang baru di Donggala.”
7. kepada bagian pertanian dan perkebunan, “adakan penyuluhan di daerah-dearah bagaimana caranya bertani dan berkebun yang benar agar hasil mereka maksimal sehingga memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.”
8. Kepada bagian PDAM, “saya mau air bersih mengalir ke seluruh penduduk Donggala 24 jam satu hari dan 7 hari dalam satu minggu. Tidak terkecuali”
9. kepada bagian pendidikan, “Saya akan menaikan gaji guru dan memperhatikan kesejahteraan para guru. Akan tetapi saya bener-benar ingin semua guru sungguh-sungguh berdedikasi pada perkerjaannya. Berdisiplin tinggi dan juga memberikan contoh teladan yang baik bagi semua murid-muridnya. Periksa semua data anak-anak dengan melihat di kartu keluarga. Kalau ada anak yang sudah usia sekolah tapi belum bersekolah, temui mereka. Mereka harus sekolah"
10. kepada bagian kesehatan. “semua pasien di rumah sakit harus dilayani dengan baik tanpa terkecuali. Adakan fasilitas-fasilitas yang baik untuk suatu rumah sakit termasuk dokter-dokter yang berdedikasi.”
"Kalau ada ide lagi untuk membangun daerah kita tercinta Donggala, silahkan memberikan masukan… "
dan para pegawainya mengangkat tangan dan memberikan lebih banyak ide lagi untuk pembangunan dan kemajuan Donggala
Hehe… itu adalah sekilas khayalan saya ketika matahari baru saja terbenam hari ini..
13 September 2007
Sekali Lagi Tentang Donggala
Pemandangan sepanjang jalan Donggala-Palu adalah sebelah kiri laut dan sebelah kanan gunung. Jalan ini mengikuti alur kaki gunung sehingga jalan ini memiliki banyak tikungan-tikungan yang cukup tajam dan rawan kecelakaan. Salah satu tikungan yang sudah banyak memakan korban adalah tikungan yang letaknya memasuki kota Donggala, tepatnya di Lampong.
Belum lama ini, pemerintah mengambil tindakan dengan mengikis gunung tersebut sehingga tikungannya tidak lagi setajam dahulu.
Berikut tampilan jalan tersebut setelah gunung yang di sampingnya dikeruk.
Belum lama ini, pemerintah mengambil tindakan dengan mengikis gunung tersebut sehingga tikungannya tidak lagi setajam dahulu.
Berikut tampilan jalan tersebut setelah gunung yang di sampingnya dikeruk.
Selain dari hasil kerukan yang tampaknya agak curam sehingga perlu diwaspadai adanya longsor dikemudian hari, dampak dari hasil pengerukan ini cukup positif. Jalan menjadi luas dan tikungan tidak lagi tajam. Selain itu, tanah hasil kerukan juga digunakan untuk menimbun Tempat Curah Ikan yang belum selesai dibangun.

Berikut ini ada foto tambahan yang didapat di Tempat Curah Ikan, Nelayan yang baru saja menyandarkan perahunya dan berniat untuk menjual ikannya.
Labels:
Donggala,
Foto,
Gunung,
Jalan,
Pengerukan,
Penimbunan,
Tikungan
07 August 2007
Kunjungan Ke Donggala
Baru pertama kali saya berkunjung ke Donggala. Donggala yang terletak di Sulawesi Tengah ini ternyata menarik sekali untuk dikunjungi. Pemandangannya alamnya bagus sekali. Saya suka sekali loh.
Di Donggala, saya mengunjungi pantai-pantai yang indah sekali. Airnya sangat jernih. Pantainya berpasir putih yang bagus sekali. Batu karang dan satwa laut yang ada pun sangat bagus. Cantik sekali rasanya. Selain itu tidak jauh dari pantai, terdapat hamparan bukit-bukit dan gunung juga.

Ini adalah salah satu foto Donggala dari atas gunung menghadap ke laut. Keren kan :)
Di Donggala, saya mengunjungi pantai-pantai yang indah sekali. Airnya sangat jernih. Pantainya berpasir putih yang bagus sekali. Batu karang dan satwa laut yang ada pun sangat bagus. Cantik sekali rasanya. Selain itu tidak jauh dari pantai, terdapat hamparan bukit-bukit dan gunung juga.

Ini adalah salah satu foto Donggala dari atas gunung menghadap ke laut. Keren kan :)
06 August 2007
Pusat Laut=pusat laut?
Pusat laut? Artinya kan inti atau tengah dari laut? Apa ada yang pernah tau dimanakah itu?
Foto dibawah ini adalah foto Pusat Laut. Even gak jelas apa benar ini adalah pusat laut yang dimaksud dengan tengah atau inti dari lautan, namun yang jelas nama tempat ini adalah Pusat Laut. Tempat yang cukup indah, dengan sebuah pantai pasir putih yang bersih dan sebuah lubang semacam sumur yang cukup aneh yang ditinggali oleh ikan-ikan laut juga…
Fyi, Pusat laut ini terletak di selatan Donggala


Foto dibawah ini adalah foto Pusat Laut. Even gak jelas apa benar ini adalah pusat laut yang dimaksud dengan tengah atau inti dari lautan, namun yang jelas nama tempat ini adalah Pusat Laut. Tempat yang cukup indah, dengan sebuah pantai pasir putih yang bersih dan sebuah lubang semacam sumur yang cukup aneh yang ditinggali oleh ikan-ikan laut juga…
Fyi, Pusat laut ini terletak di selatan Donggala


01 June 2007
08 May 2007
Hujan dan Banjir
Kemaren gak sempat tulis blog coz mati lampu. (note: disini mati lampu sudah jadi hal yang biasa :P), generator gak kuat buat nyalain computer sekaligus ac dikamar pama. Padahal kemaren pengen tulis tentang banjir nih.
Ceritanya hari minggu kemaren, hujan turun terus sambung menyambung sepanjang hari selama hampir 12 jam. (dari jam 7.15 pagi sampai jam 7.00 malem) hujannya kadang biasa, kadang juga cukup deras. Hujan ini turun di hampir seluruh sulawesi tengah, khususnya palu, Donggala dan Parimo. Buat Donggala sih, untungnya hari jumat kemaren orang rame-rame pada bersihin saluran air dan bersih-bersih lingkungan krn ada lomba kebersihan kota, jadi banjir yang biasanya terjadi krn saluran air yang mampet krn sampah gak terjadi.
Yang terkena banjir adalah daerah-daerah yang dekat sungai atau dipinggir gunung. Bukannya apa, gunung-gunungnya udah banyak yang tak berpohon, sehingga membuat lumpur terus aja turun ke bawah ke pemukiman penduduk.
Sungai yang memotong ditengah kota palu pun meluap hingga jembatan. Sempat beberapa jam jembatan gak boleh dipake. Padahal jembatannya ditengah kota!
Di daerah parimo, ada tanggul yang jebol dan beberapa desa juga ikutan banjir.
Well, rasanya cerita tentang bencana alam kok udah biasa banget ya didengarnya.
(Tapi buat yang ngalami…. Barang-barang rusak… nilainya berapa? Denger beritanya heboh emang kadang seru aja dengarnya, tapi yang ngalami ya….)
Trus juga.. biasanya setelah ada bencana baru deh mulai jadi perhatian.. tapi knapa gak dibuat pencegahannya lebih dahulu? Apalagi ni masalah banjir yang notabene bisa diperkirakan dahulu bakal bisa terjadi seperti ini nantinya, gak kayak musibah yang lainnya.
Yah, bagaimanapun, saya tetap bersyukur, banjir yang terjadi kali ini gak parah banget atau memakan jiwa. Hanya banjir kecil yang harusnya udah mulai dapat perhatian kita. agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Ceritanya hari minggu kemaren, hujan turun terus sambung menyambung sepanjang hari selama hampir 12 jam. (dari jam 7.15 pagi sampai jam 7.00 malem) hujannya kadang biasa, kadang juga cukup deras. Hujan ini turun di hampir seluruh sulawesi tengah, khususnya palu, Donggala dan Parimo. Buat Donggala sih, untungnya hari jumat kemaren orang rame-rame pada bersihin saluran air dan bersih-bersih lingkungan krn ada lomba kebersihan kota, jadi banjir yang biasanya terjadi krn saluran air yang mampet krn sampah gak terjadi.
Yang terkena banjir adalah daerah-daerah yang dekat sungai atau dipinggir gunung. Bukannya apa, gunung-gunungnya udah banyak yang tak berpohon, sehingga membuat lumpur terus aja turun ke bawah ke pemukiman penduduk.
Sungai yang memotong ditengah kota palu pun meluap hingga jembatan. Sempat beberapa jam jembatan gak boleh dipake. Padahal jembatannya ditengah kota!
Di daerah parimo, ada tanggul yang jebol dan beberapa desa juga ikutan banjir.
Well, rasanya cerita tentang bencana alam kok udah biasa banget ya didengarnya.
(Tapi buat yang ngalami…. Barang-barang rusak… nilainya berapa? Denger beritanya heboh emang kadang seru aja dengarnya, tapi yang ngalami ya….)
Trus juga.. biasanya setelah ada bencana baru deh mulai jadi perhatian.. tapi knapa gak dibuat pencegahannya lebih dahulu? Apalagi ni masalah banjir yang notabene bisa diperkirakan dahulu bakal bisa terjadi seperti ini nantinya, gak kayak musibah yang lainnya.
Yah, bagaimanapun, saya tetap bersyukur, banjir yang terjadi kali ini gak parah banget atau memakan jiwa. Hanya banjir kecil yang harusnya udah mulai dapat perhatian kita. agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
02 September 2006
No mall, no hotel, no restaurant..
Well, sebenarnya dalam posting2 tentang Donggala, saya sama sekali tidak berniat untuk mempromosikannya. Saya hanya mencoba untuk mendeskripsikan saja. Ya memang sih, pasti ada biasnya juga karena saya tinggal disini :P Donggala promotes herself kok hehe.
Yup, Donggala is a small town, luas pusat keramaiannya ya paling cuman seperti salah satu perumahan di surabaya. No mall, no hotel, no restaurant.. kalau anda datang ke sini mencari hiburan-hiburan seperti yang ada di kota pada umumnya, anda salah tempat.. hehe.. akan tetapi nih, Donggala has a few things yang gak dimiliki oleh kota-kota besar lainnya, misalnya ikan yang segar dan pantai yang keren kayak ini (haha... bias bangeeett)
Ini foto Tanjung Karang, ten minutes to fifteen minutes from the center of the town. saya bela-belain pagi-pagi datang sini buat ngambil fotonya hehe.. tapi sayang sih, pagi ini airnya lagi pasang jadi white sandnya gak keliatan banyak.
Biasanya orang-orang suka snorkeling… lyat ikan-ikan kecil yang lucu-lucu kayak si nemo.. (pernah nonton finding nemo, kan?) hehe..

Ini Tanjung Karang dari atas. Bisa diliat pas on the way ke sana.
30 August 2006
We live near the sea II
Ini pelabuhan barang yang saya foto dari belakang toko saya. Tampak kapal-kapal yang sedang membongkar muatan
Pelabuhan barang ini salah satu hal yang sangat penting buat masyarakat Donggala. Pertama, dengan adanya pelabuhan barang ini, barang-barang dari luar pulau seperti jawa bisa langsung diterima sehingga harga barang di Donggala bisa cenderung lebih murah dan Donggala bisa disebut sebagai tempat toko grosir yang didatangi penduduk dari desa lain untuk kulaan. Kedua, dengan adanya pelabuhan ini, hasil bumi penduduk Donggala seperti kopra, cocoa dan cengkeh bisa segera dikirim ke Jawa (pada umumnya) Ketiga, dengan adanya pelabuhan ini maka ada lapangan pekerjaan buat penduduk Donggala seperti menjadi buruh.
Pelabuhan ini dulunya juga pelabuhan buat kapal penumpang. Akan tetapi entah sejak tahun berapa, kapal penumpang dipindahkan ke Pantaloan yang letaknya di Palu.
Belum lama ini ketika Paliudju dipilih menjadi gubernur, terdengar kabar kalau pelabuhan ini akan segera diperluas yang berarti fungsinya juga semakin banyak. Ya semoga saja segera dilakukan agar kehidupan perekonomian di sini bisa lebih maju.
29 August 2006
We live near the sea
Kalau di post sebelumnya saya menuliskan tentang pameran budaya sesulawesi tengah yang diadakan di Donggala, kali ini saya mau kembali ke basicnya dulu…
Dimana sih tepatnya Donggala itu? Mari kita belajar peta dulu hehe..

Nah, yang warna biru itu laut. Palu letaknya di teluk dan Donggala yang di agak pojokan. Diliat dari peta aja tau kalo Donggala itu dekat banget sama laut, kan? Nah mata pencaharian utama penduduk Donggala adalah nelayan. Ikan-ikan yang mereka biasanya ya dikonsumsi sendiri, dijual ke penduduk desa lainnya/ ke pasar, dijual ke luar kota seperti Palu, dijual ke luar pulau seperti jawa dan Kalimantan atau diekspor keluar negeri seperti Taiwan atau Jepang. Ikan yang diekspor biasanya ikan tuna atau ikan sunu/kerapu. Harga pasaran sekarang buat ikan tuna sekitar 22 ribu rupiah/kilogram kalau ikan sunu/kerapu sekitar 80 ribu/kilogram.
foto ini saya ambil di tempat curah ikan yang baru dibuat. Letaknya di Labuan Bajo. Ini contoh perahu-perahu yang umumnya mereka pakai untuk mencari ikan.
Di tempat curah ikan ini lah tempat bertemunya nelayan dan "pasambung” (orang yang menjual ikan kembali, entah ke pasar, ke luar kota maupun keluar negeri)
Oke segini dulu deh untuk post kali ini. Kapan-kapan sambung lagi.. ;)
26 August 2006
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Kali ini saya mau menceritakan tentang Donggala. Kenapa? Simply karena saya lahir dan besar disini. Hehe. juga karena banyak orang yang masih belum tau Donggala itu seperti apa sebenarnya.
Post kali ini harusnya tentang perkenalan tentang Donggala. Tapi karena ini lagi hangat-hangatnya ada pameran budaya maka saya memutuskan untuk menceritakan tentang pameran ini dulu. Pengenalan tentang sisi lain dari Donggala akan saya post kemudian hari.
Sudah sekitar satu minggu di Donggala diadakan pameran budaya seSulawesi Tengah. Pameran ini diikuti oleh beberapa kebupaten-kabupaten lainnya seperti Buol, Toli-toli, Luwuk Banggai, Banggai Kepulauan, Poso, Tojo Una-Una, Parigi Moutong (Parimo) dan lain-lain. Pameran ini diadakan di Gunung Bale, tepat di depan kantor bupati Donggala yang baru dan yang sangat megah.
(ini gambar tugu di depan kantor bupati. Di bawah tugu inilah diadakan pameran kebudayaan)
Pameran budaya ini rencananya diselenggarakan tiap tahun sekali Tahun ini kabupaten Donggala kususnya kecamatan Banawa yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Pada pameran ini, didirikan beberapa stan yang mewakili kabupaten masing-masing. Orang-orang yang menata stan tersebut adalah orang-orang dari kabupaten itu sendiri untuk memamerkan kebudayaan-kebudayaan mereka. Orang-orang yang datang itu sendiri adalah anak-anak remaja yang diutus untuk menjadi duta kabupaten mereka. Berikut ini adalah contoh dari beberapa stan yang sempat saya foto
(ini foto tampak depan dari stan “Palu Ngataku”)
(Ini kabupaten kepulauan Tojo Una-una. Isinya banyak gambar tentang indahnya alam bawah laut. Kalo gak percaya ya datang saja ke una-una ;))
(ini sebagian isi dari stan kabupaten Donggala. Yang dipamerkan banyak kerajinan tangan dari kelapa berhubung di sana banyak sekali kelapa)
Selain stan-stan ini, di tengah-tengah lapangan didirikan panggung untuk mementaskan tarian-tarian maupun nyanyian dari berbagai daerah Sulawesi Tengah tersebut. Sayang sekali saya tidak memfoto panggungnya atau satupun dari acara tarian maupun nyanyian mereka karena saya harus pulang. Ada kerjaan lain menunggu di rumah :P
Tambahan:
Ini foto salah satu ibu yang mencari rejeki di tengah-tengah keramaian pameran budaya. Lumayan sih, gak mungkin gak laku. Wong pengunjung aja rame banget, pasti ada yang haus atau pengen nyamil. Waktu saya habis foto ibu ini jadi banyak yang minta foto juga…hehe
Memang asik ada pameran kayak begini. Kita jadi lebih mengenal kebudayaan satu dengan yang lain dan semua potensi-potensi daerah masing-masing, kita jadi semakin merasa dekat satu dengan yang lain. Contohnya saja, banyak anak-anak dari kabupaten laen yang datang ikut menyiar di salah satu radio anak muda Donggala dan mulai bersahabat dan berbagi cerita mengenai kebiasaan daerah masing-masing. Rasanya cocok juga tuh spanduk yang dipasang di tengah-tengah lapangan pameran itu, tulisannya “tak kenal maka tak sayang.” Ya semoga aja kita semakin saling mengenal daerah masing-masing dan saling merasa sayang satu dengan yang lain….
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)