Showing posts with label Masalah Di Sekeliling. Show all posts
Showing posts with label Masalah Di Sekeliling. Show all posts

29 October 2007

Why?

On the street i saw a small girl
Cold and shivering in a thin dress,
with little hope of a decent meal.
I became angry and said to God:
"why did you permit this?
why dont you do something about it?"
for a while God said nothing
that night he replied, quite suddenly:
"I certainly did something about it.
I made you."

Author unknown
submitted by sister Mary Rose Mc Geady covenant house

10 September 2007

Wah Durian

Buah durian memang enak. Apalagi yang tebal dan wangi. Duh!!! Enak sekali deh rasanya.

Kemarin saya mendapatkan rejeki buah durian dari saudara saya. Kelihatannya enak sekali, apalagi saya sudah lama sekali tidak makan durian. Sore ini sehabis makan saya buka durian tersebut. Terlihat tebal dan baunya wangi sekali. Pasti rasanya enak. Benar saja saat saya makan rasa lembut dan wanginya bercampur dimulut. Manisnya durian terasa sekali dilidah. Benar-benar enak deh.

Sejenak setelah makan, saya teringat sebuah papan iklan layanan masyarakat di jalan Embong Malang, Surabaya. Pada papan iklan tersebut ada foto buah durian yang sudah busuk, berwarna kuning kehijauan. Pada papan iklan tersebut ada tulisan yang kalau ndak salah ingat bunyinya, "emang enak kalo udah busuk?" Terus saya berpikir, memang kita harus bisa selektif untuk mengkonsumsi makanan dan informasi yang kita temui setiap hari. Setiap hal yang baik bisa bermanfaat bagi kita, namun hal-hal yang jelek atau busuk bisa menghancurkan kehidupan kita. Jadi pilihlah yang baik ya.

Tapi yah... buah durian kalo segar, tebal, dan wangi memang enak sekali hehehe ;p

08 May 2007

Hujan dan Banjir

Kemaren gak sempat tulis blog coz mati lampu. (note: disini mati lampu sudah jadi hal yang biasa :P), generator gak kuat buat nyalain computer sekaligus ac dikamar pama. Padahal kemaren pengen tulis tentang banjir nih.
Ceritanya hari minggu kemaren, hujan turun terus sambung menyambung sepanjang hari selama hampir 12 jam. (dari jam 7.15 pagi sampai jam 7.00 malem) hujannya kadang biasa, kadang juga cukup deras. Hujan ini turun di hampir seluruh sulawesi tengah, khususnya palu, Donggala dan Parimo. Buat Donggala sih, untungnya hari jumat kemaren orang rame-rame pada bersihin saluran air dan bersih-bersih lingkungan krn ada lomba kebersihan kota, jadi banjir yang biasanya terjadi krn saluran air yang mampet krn sampah gak terjadi.
Yang terkena banjir adalah daerah-daerah yang dekat sungai atau dipinggir gunung. Bukannya apa, gunung-gunungnya udah banyak yang tak berpohon, sehingga membuat lumpur terus aja turun ke bawah ke pemukiman penduduk.
Sungai yang memotong ditengah kota palu pun meluap hingga jembatan. Sempat beberapa jam jembatan gak boleh dipake. Padahal jembatannya ditengah kota!
Di daerah parimo, ada tanggul yang jebol dan beberapa desa juga ikutan banjir.
Well, rasanya cerita tentang bencana alam kok udah biasa banget ya didengarnya.
(Tapi buat yang ngalami…. Barang-barang rusak… nilainya berapa? Denger beritanya heboh emang kadang seru aja dengarnya, tapi yang ngalami ya….)
Trus juga.. biasanya setelah ada bencana baru deh mulai jadi perhatian.. tapi knapa gak dibuat pencegahannya lebih dahulu? Apalagi ni masalah banjir yang notabene bisa diperkirakan dahulu bakal bisa terjadi seperti ini nantinya, gak kayak musibah yang lainnya.
Yah, bagaimanapun, saya tetap bersyukur, banjir yang terjadi kali ini gak parah banget atau memakan jiwa. Hanya banjir kecil yang harusnya udah mulai dapat perhatian kita. agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

22 November 2006

Disuruh Ibu Guru Jualan Tahu

Tadi salah seorang karyawanku pinjam uang. dia mengeluh betapa banyaknya biaya pendidikan anaknya. katanya, tiap tahun harus beli baju kaos baru buat olah raga dan juga buku-buku pelajaran baru. Buku bekas yang dulu dipakai oleh anak sulungnya sudah tidak bisa dipakai lagi oleh si adik karena sekarang gurunya mewajibkan untuk beli buku paket baru padahal isi pelajarannya juga sama. Mana sampai sekarang sumbangan masi terus berdatangan.
saya mendengarnya sedih juga. sampai kapan sih keadaan kayak gini terus? mengapa pendidikan semakin mahal? bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu? masi mending kalau mutu pendidikannya terus naik... beberapa bulan lalu ada anak berbaju seragam merah putih berjualan tahu didepan toko saya pada jam pelajaran sekolah. saya tanya mengapa tidak sekolah. Jawabnya, "disuruh ibu guru jualan tahu..."
whaddd???

05 July 2006

Sinetron-sinetron

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang agak capek, saya ikutan nimbrung nonton TV bersama pembantu saya. Saat itu pembantu saya sedang asik nonton sinetron. Saya ndak tau judulnya apa dan ceritanya bagaimana, saya cuman ikut liat aja. ndak sampe setengah jam saya sudah jengkel setengah mati. Gimana ndak jengkel, ternyata itu cerita yang paling gak masuk akal yang pernah saya liat, ada mistik-mistiknya gitu, trus ndak ada messagenya, kalaupun ada mungkin itu message yang benar-benar jelek dan ndak membangun, kata-katanya kasar…. Wah, ndak tau deh, mending gak usah kulanjutkan saja. Akhirnya saya bilang sama pembantu saya, “ndak usah nonton ini lah, ganti aja. Nonton berita kek.” Akhirnya saya mengganti saluran ke Metro TV. Gak sampe setengah jam pembantu saya yang akhirnya minggat ke kamarnya :P. Saya tanya sama dia,”sinetron tadi bagus ya?” dia menjawab, “yah sudah terlanjur ngikuti ceritanya, kalo ndak nonton sinetron, ndak punya hiburan.”

Dalam hati saya jadi sedih, apa ini yang disuguhkan TV buat masyarakat kita? bukankah TV juga menjadi sarana untuk mendidik masyarakat? Bagaimana kalau anak-anak ikutan nonton TV? Mereka kan paling mudah meniru? Teman saya dan beberapa karyawan saya yang sudah punya anak juga bercerita kepada saya kalau anak-anak mereka mudah sekali menirukan kata-kata dari sinetron yang pada dasarnya kasar-kasar. Untuk masyarakat kota mungkin agak mudah ya menghindari TV, mungkin mereka masih punya hiburan lain. Lha untuk masyarakat desa? Seperti kata pembantu saya, ‘kita ndak punya hiburan lain.’

Input akan mempengaruhi output. Input itu adalah apa yang kita dengar, dan kita lihat. TV menyuguhkan keduanya. Apalagi mereka menonton TV hampir tiap hari! Satu hari bisa sampai 1 jam bahkan lebih. Kalau 1 tahun. Itu berarti mereka lebih dari 365 jam di depan TV. Outputnya bisa-bisa “pola pikir sinetron” Aduh!! (apa ini yang ingin kita liat yang terjadi buat masyarakat kita?)

Sorry kalau isi blog kali ini keluhan. Tapi buat teman-teman, kalau misalnya punya bakat bikin sinetron, bikinin donk sinetron yang keren, yang membangkitkan optimisme, harapan, menunjukkan nilai-nilai yang bagus, yang memperlihatkan seni acting yang bagus juga, gak yang asal sedih nangis, asal marah teriak-teriak atau nampar, yang kalau mikir jahat dahi bisa berkerut-kerut atau hidung kembang kempis…(gak tau ya, aku liatnya kayak gitu sih) bikin sinetron yang layak tonton, jangan yang hanya buat cari duit aja!! berikan pendidikan yang bagus buat masyarakat, TV besar banget loh pengaruhnya….