Ingin terus berjalan bersama-Mu
Ingin terus mendengarkan suara-Mu
Ingin terus lakukan segala yang terbaik untuk-Mu
Ingin terus senangkan hati-Mu
Ingin terus lakukan Firman-Mu
I just think.. That many things come from simple things And I could learn and enjoy many things from them..
Showing posts with label Keinginan. Show all posts
Showing posts with label Keinginan. Show all posts
21 June 2007
06 December 2006
Bagaimana Kebiasaan Terbentuk
Berapa banyak dari kita yang ingin mengembangkan kebiasaan-kebiasaan tertentu? Tentu saja biasanya kebiasaan-kebiasaan yang ingin kita kembangkan adalah kebiasaan yang baik dan membangun, misalnya, bangun pagi, membaca buku secara teratur, olahraga dan lain sebagainya.
kebiasaan hanya bisa terbentuk kalau sudah ada tiga unsur yang mendukung,
Pengetahuan: Apa yang harus dilakukan, mengapa.
Keterampilan: Bagaimana melakukannya. Kita tidak dapat mengembangkan kebiasaan tertentu kalau kita sama sekali have no idea how to do it.
Keinginan: Mau melakukan. Tanpa kemauan, tidak akan ada kebiasaan yang terbentuk.
Ketiga hal ini akan terus menerus berkembang dan menjadi suatu kebiasaan. Untuk membuatnya terus menerus berkembang haruslah pula ditunjang oleh motivasi yang kuat, suatu pengharapan akan suatu yang kita inginkan terjadi kedepan sehingga kita bisa menomorduakan keinginan kita saat ini.
Misalnya, membaca buku secara teratur.
Kita bisa mengembangkan kebiasaan membaca buku secara teratur karena kita bisa membaca, kita mau membaca dan kita tau kalau membaca itu penting untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan berpikir kita.
Kita mungkin akan menyingkirkan hal-hal lain yang tidak terlalu penting tapi sebenarnya cukup menyenangkan untuk saat itu agar kita bisa mengisi jadwal membaca kita karena kita mempunyai tujuan suatu hari nanti kita dapat menjadi seorang pembicara, dosen, atau penulis dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kebiasaan yang ingin kita bangun?
(diambil dari bukunya Covey)
kebiasaan hanya bisa terbentuk kalau sudah ada tiga unsur yang mendukung,
Pengetahuan: Apa yang harus dilakukan, mengapa.
Keterampilan: Bagaimana melakukannya. Kita tidak dapat mengembangkan kebiasaan tertentu kalau kita sama sekali have no idea how to do it.
Keinginan: Mau melakukan. Tanpa kemauan, tidak akan ada kebiasaan yang terbentuk.
Ketiga hal ini akan terus menerus berkembang dan menjadi suatu kebiasaan. Untuk membuatnya terus menerus berkembang haruslah pula ditunjang oleh motivasi yang kuat, suatu pengharapan akan suatu yang kita inginkan terjadi kedepan sehingga kita bisa menomorduakan keinginan kita saat ini.
Misalnya, membaca buku secara teratur.
Kita bisa mengembangkan kebiasaan membaca buku secara teratur karena kita bisa membaca, kita mau membaca dan kita tau kalau membaca itu penting untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan berpikir kita.
Kita mungkin akan menyingkirkan hal-hal lain yang tidak terlalu penting tapi sebenarnya cukup menyenangkan untuk saat itu agar kita bisa mengisi jadwal membaca kita karena kita mempunyai tujuan suatu hari nanti kita dapat menjadi seorang pembicara, dosen, atau penulis dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kebiasaan yang ingin kita bangun?
(diambil dari bukunya Covey)
Labels:
Kebiasaan,
Keinginan,
Keterampilan,
Motivasi,
Pengetahuan,
Tujuan
03 June 2006
Sebuah Langkah Awal
Pernah melihat seseorang yang tetap sama seperti lima atau sepuluh tahun yang lalu? Bukan secara fisik, karena setiap orang pasti akan berubah secara fisik, tetapi cara berpikirnya, cara dia mengatasi masalah, dan lain-lain.
Well, saya tidak mau seperti itu. Saya tidak mau lima atau sepuluh tahun yang akan datang saya masih seperti saya yang sekarang (even saya tidak mau sama dengan yang kemarin). Something has to be changed in me, dan tentu saja harus berubah menjadi semakin baik.
Banyak kali saya berpikir, bagaimana caranya untuk berubah menjadi lebih baik?
Tentu saja jawabannya banyak sekali.
Salah satunya, ada yang mengatakan, bahwa masalah atau pressure dalam hidup kita akan mengubah kita menjadi lebih baik dan lebih dewasa. Well, itu benar sekali. Apalagi kalau kita memberikan respon yang benar dalam menghadapi masalah. Akan tetapi, saya mau share sesuatu yang lain, bukan tentang respon yang benar atau pressure. Saya mau membagikan tentang mulai meneliti kelemahan-kelemahan diri sendiri.
Ya, menurut saya, kita bisa mulai berubah dengan mulai meneliti kelemahan diri sendiri. Apa saja sifat-sifat jelek saya yang harus diubah, atau sifat yang menjadi hambatan saya dalam menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Misalnya kurangnya disipin, sifat ketidakpedulian, dan lain sebagainya.
Bayangkan orang yang tetap sama seperti 10 tahun yang lalu, tebak apa yang tetap sama dari dulu sampai sekarang dari dia? Saya rasa itu adalah sifat yang selalu merasa benar dan tidak mau berubah.
Tentu saja menyadari kelemahan baru langkah awal untuk berubah, karena menyadari kelemahan diri sendiri dan tidak ada follow upnya, tidak akan membuahkan apa-apa. Akan tetapi, menyadari kelemahan adalah starting point yang baik untuk memulai suatu perubahan dalam diri kita. Don’t you think so?
Well, saya tidak mau seperti itu. Saya tidak mau lima atau sepuluh tahun yang akan datang saya masih seperti saya yang sekarang (even saya tidak mau sama dengan yang kemarin). Something has to be changed in me, dan tentu saja harus berubah menjadi semakin baik.
Banyak kali saya berpikir, bagaimana caranya untuk berubah menjadi lebih baik?
Tentu saja jawabannya banyak sekali.
Salah satunya, ada yang mengatakan, bahwa masalah atau pressure dalam hidup kita akan mengubah kita menjadi lebih baik dan lebih dewasa. Well, itu benar sekali. Apalagi kalau kita memberikan respon yang benar dalam menghadapi masalah. Akan tetapi, saya mau share sesuatu yang lain, bukan tentang respon yang benar atau pressure. Saya mau membagikan tentang mulai meneliti kelemahan-kelemahan diri sendiri.
Ya, menurut saya, kita bisa mulai berubah dengan mulai meneliti kelemahan diri sendiri. Apa saja sifat-sifat jelek saya yang harus diubah, atau sifat yang menjadi hambatan saya dalam menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Misalnya kurangnya disipin, sifat ketidakpedulian, dan lain sebagainya.
Bayangkan orang yang tetap sama seperti 10 tahun yang lalu, tebak apa yang tetap sama dari dulu sampai sekarang dari dia? Saya rasa itu adalah sifat yang selalu merasa benar dan tidak mau berubah.
Tentu saja menyadari kelemahan baru langkah awal untuk berubah, karena menyadari kelemahan diri sendiri dan tidak ada follow upnya, tidak akan membuahkan apa-apa. Akan tetapi, menyadari kelemahan adalah starting point yang baik untuk memulai suatu perubahan dalam diri kita. Don’t you think so?
Subscribe to:
Posts (Atom)