Showing posts with label Noel. Show all posts
Showing posts with label Noel. Show all posts

16 October 2006

Noel... noel...

Ini hasil fotonya Noel, anak tiga tahun setengah yang mencoba foto dirinya sendiri pake hape. Habis foto dan liat hasilnya dia ketawa ngakak sendiri… hehe.. bener-bener lucu!!

13 June 2006

cerita tentang sebuah janji

Beberapa waktu lalu, ketika saya ke supermarket bersama Noel, ponaanku yang berumur tiga setengah tahun itu memegang tangan saya sambil bertanya, “Ako, ako mau beli apa, nanti Noel yang bayal.” Saya tertawa dalam hati. Bukan tertawa karena berpikir bagaimana mungkin anak kecil yang bayar.. tapi tertawa senang mendapatkan tawaran semanis itu dari dia. Dia menarik tangan saya ke box ice cream, “Noel beli es clim untuk ako ya..” kemudian dia mengambil dua. “yang ini satu untuk ako, satu untuk Noel. Saya sih iya-iya saja. Kemudian dia ikut di antrian yeyenya (kakeknya=papa saya) dan meminta yeyenya yang bayar :D Setelah selesai bayar, dia buru-buru sudah kepingin makan es krim punyanya. Mamanya melihat dan segera melarang karena itu sudah agak malam dan tidak baik untuk kesehatannya dia. Saya kemudian berkata kepadanya, “Noel, nanti esnya kita makan sama-sama aja ya, kalo Ako datang ke palu lagi. Sekarang sudah malam dan Ako sudah mau pulang ke Donggala.” Ponaan saya yang lucu itu akhirnya setuju.

Beberapa hari setelah itu, Noel dengan rutin menelepon saya mengingatkan janji saya. Dia juga mengatakan kalau dia mengingat janjinya dengan tidak makan es krim bagiannya karena menunggu saya datang ke rumahnya. Do u know what? Minggu itu menjadi minggu yang sangat menyenangkan buat saya!

Pada hari minggunya, saya capek sekali dan tidak ingin ke luar kota (biasanya saya ke Palu pada hari Minggu). Yang saya inginkan adalah seharian di rumah baca buku dan mendengarkan kaset! Akan tetapi mengingat janji saya pada Noel, saya memutuskan untuk ke Palu juga. Ketika saya menelepon supir yang biasanya mengantar saya ke Palu, ternyata dia tidak bisa dihubungi. Supir yang satunya lagi sedang ke luar kota. Karena saya memutuskan untuk tetap berangkat ke palu hari itu, saya membayar tukang ojek untuk ke rumah supir yang biasanya mengantar kami keluar kota itu untuk memberitahu dia kalau saya perlu supir. Akhirnya, supirnya datang dan saya berangkat ke palu :D

Ketika sampai di rumahnya Noel, dia sedang tidur. Setelah mengira-ngira kalau waktu tidurnya sudah cukup, saya tanya mamanya apa boleh membangunkan dia. Mamanya bilang boleh, tapi biasanya dia suka bad mood kalau lagi bangun tidur. Saya tetap aja membangunkannya! ( saya tidak peduli sih :P)

Yang pertama diliat noel waktu bangun adalah saya. Ketika dia melihat saya, dia langsung tersenyum dan berkata, “es climnya ako ada di kukas.” Segera dia bangun, berlari ke kulkas dan mengambil dua es krim. “punyanya Noel juga belum Noel makan, tunggu Ako.” Kemudian kita berdua menikmati es krim kita. bukan es krim cokelat kesukaan saya sih, tapi yang ini rasanya lebih nikmat dari yang es krim cokelat manapun pernah saya makan sebelumnya!!

(mungkin Tuhan begitu juga ya sama kita… waktu kita mengingat janjiNya… Dia pasti senang dan tidak akan menunda lagi untuk menggenapinya!! )

06 May 2006

ketika kita mengerti, kita pasti cinta!

Cerita tentang Noel adalah cerita tentang pikiran seorang balita terhadap orang tuanya (baca post sebelumnya). Ketika kita sudah mulai beranjak dewasa, kita mulai mengerti mengapa orang tua kita begitu terhadap kita, dan mengapa ada begitu banyak larangan yang ditetapkan oleh mereka dalam hidup kita. kita mengerti bahwa semua untuk kebaikan kita. Bahkan, mungkin kita begitu mengucap syukur pada orang tua kita atas ‘larangan-larangan’ mereka, bahkan disiplin yang pernah mereka terapkan dalam hidup kita sejak kita kecil. Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jikalau kita hanya dibiarkan saja melakukan apa saja yang kita mau.

Demikian juga kita dengan Tuhan (again! Hehe), ketika kita mulai beranjak dewasa secara rohani, kita tidak lagi berpikir firmanNya itu susah atau membosankan. Sebaliknya, hati kita bersyukur atas ketetapan-ketetapanNya, dan mencari kehendakNya dalam kehidupan kita. itu semua terjadi karena kita tahu sekarang, betapa FirmanNya melindungi kita senantisa, bahkan menjadi guide kita dalam menjalani hidup kita. Kalau sudah begitu, bagaimana mungkin kita tidak mencintai FirmanNya?

Berikut ini adalah sebagian dari ungkapan cinta Daud akan Firman Tuhan yang saya kutip dari kitab mazmur pasal 119

(33) Perlihatkanlah kepadaku ya Tuhan, petunjuk ketetapan-ketetapanMu, aku hendak memegangnya hingga sampai saat terakhir

(35) Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintahMu, sebab aku menyukainya

(40a) Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titahMu

(47) Aku hendak bergemar dalam perintah-perintahMu yang kucintai itu

(59) Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahklan kakiku menuju peringatan-peringatanMu.

(66) Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintahMu

(72) Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih daripada ribuan keping emas dan perak

(81-83) Habis jiwaku merindukan keselamatan daripadaMu, aku berharap kepada FirmanMu. Habis mataku merindukan janjiMu; aku berkata “bilakah Engkau akan menghiburkan aku?”

(97) Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari

(101) Betapa manisnya janjiMu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku

(105) FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku

(140) JanjiMu sangat teruji, dan hambaMu mencintainya

(149) Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janjiMu

(172) Biarlah lidahku menyanyikan janjiMu sebab segala perintahMu itu benar

Untuk siapa sih?

Noel, itu nama ponaan pertama saya yang bisa saya kunjungi atau dia yang datang ke rumah tiap Minggu. (yang satunya Yaohan, jauh dari saya nih… miss you!!!). Sejak Noel lahir, ada saja hal yang lucu dan menggemaskan yang bisa kami ceritakan di rumah. Cara bicaranya, hal-hal baru yang disukainya, celetukan-celetukannya yang mengemaskan, dan sebagainya, semuanya menjadi hal yang menggembirakan bagi kami.

Sejak punya ponaan ini, saya mulai bisa melihat cara pandang orang tua terhadap anak (what??? am I getting older???? Heheh. Mungkin itu yang dinamakan dengan blessing jadi aunty ya.. hahah…) Well, kalo dulunya saya cuman bisa liat dari sudut pandang saya sebagai anak dan sering bingung dan kadang gak setuju dengan ortu, sekarang saya mengerti mengapa mereka seperti itu.

Noel, anak yang sangat aktif, kalau liat bola, pengen maen, kalau liat pisau, mau coba, kadang suka godain anjing yang lagi makan atau mau coba cabe. Sebagai anak balita, dunia ini emang sangat menarik bagi dia. Banyak hal yang belum dia ketahui dan semua ingin dicobanya. But imagine yang jadi orang tuanya!! Mata mamanya hampir 24 jam ngawasin dia, “Noel, pisaunya lepas, ayoo…” atau… “Noel, si Ot (nama anjing yang dia namain sendiri :)) jangan di ganggu, nanti dia nggigit loh.” Hampir tiap hari ada kata “jangan” buat dia. Bagi Noel, mungkin kata itu sungguh membosankan. Tapi coba saja kalau orang tuanya tidak melarang dia…!! Apa perlu Noel mengalami luka-luka dulu sehingga dia tahu kalau pisau itu bahaya? Atau apakah dia perlu digigit anjing dulu untuk mengetahui kalau anjing yang lagi makan bisa menggigit?

Saya melihat gambaran diatas seperti kita dengan Tuhan (well, Tuhan adalah Bapa kita, rite? :)) kadang kita merasa jemu dengan larangan-larangannya Dia. Mengapa tidak boleh ini? Mengapa tidak boleh itu? Kadang kita tidak mengerti dan berpikir Tuhan itu ada-ada saja dengan membuat hukum yang membosankan. Bahkan kadang kita berpikir kalau kita menuruti kehendakNya, itu semata-mata untuk kebaikanNya.

Dia hanya care too much pada kita. Dia tahu apa akibat dari kalau kita melakukan itu semua. Sebenarnya, bahkan kalau kita menuruti perintah-perintahNya, itu bukan semata untuk kebaikanNya, tapi untuk kebaikan kita juga. Mengapa Tuhan bersuka kalau kita obey pada perintahNya? Karena Dia bersuka kita akan mendapatkan hal yang baik dalam hidup kita!! itu alasan kenapa hatiNya disenangkan. Itu hatiNya bagi kita! :)