Showing posts with label Sikap. Show all posts
Showing posts with label Sikap. Show all posts

04 July 2007

Good To Be Happy

The good life, as I conceive it, is a happy life. I do not mean that if you are good you will be happy - I mean that if you are happy you will be good.
Bertrand Russell

Saya setuju sekali dengan kutipan diatas. Saat seseorang berada dalam keadaan baik, menjadi senang itu mudah sekali, seperti hanya efek samping dari keadaan yang baik. Namun kutipan diatas mengatakan hal yang sebaliknya, saat hati kita senang, keadaan kita akan menjadi baik.

Lho? Mana yang benar dong? Keduanya sama-sama benar. Mendapatkan hal yang baik membuat kita senang. Sedangkan saat kita senang, setiap hal dapat kita lalui dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan keadaan yang baik juga.

Namun keduanya juga punya perbedaan yang spesifik. Memiliki keadaan baik merupakan suatu kondisi yang bergantung dari banyak hal misalnya keberhasilan kita dalam studi atau pekerjaan, menerima suatu pemberian atau memenangkan undian, dsb. Sedangkan memiliki hati yang senang hanya ditentukan oleh sikap dan keputusan kita untuk menjadi senang. Dari sini kita tahu, mengusahakan keadaan baik jauh lebih susah daripada memutuskan untuk menjadi senang.

Jadi untuk mendapatkan keduanya, yaitu keadaan yang baik dan hati yang senang, kita bisa memilih untuk mengusahakan salah satunya, apakah itu keadaan yang baik ataupun hati yang senang. Dan karena memutuskan untuk menjadi senang itu lebih mudah, mari kita memutuskan untuk menjadi senang, dan kemudian melalui setiap hal setiap hari dalam kehidupan kita dengan baik, maka kita pasti mendapatkan keadaan yang baik dan menyenangkan dalam kehidupan kita. :)

27 May 2007

Semangat Semangat

Tetap semangat
Tetap berjuang
Jangan berhenti
Jangan menyerah
Tetap percaya ketekunanmu menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan tidak mengecewakan (Dikutip dari Roma 5:3-4)

03 April 2006

kabar baik

Kabar gembiranya adalah bahwa kabar buruk dapat diubah menjadi kabar baik ketika kita mengubah sikap kita
Robert Schuller

30 March 2006

Breakthrough or breakdown

Habakuk 2:1-3 Aku mau berdiri di tempat-tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang difirmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku. Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: “tuliskanlah penglihatan itu dan ukirlan itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh”

Kita perlu untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, yaitu berdoa, mencari dan menantikan Tuhan. Di sana kita akan mendengarkan suara/janji Tuhan atas kita

Ketika kita mendapatkan suara Tuhan atas kita, biasanya kita akan menghadapi masalah. Masalah datang agar kita mendapatkan janji itu, masalah membuat kita membumbung dan dewasa. Masa-masa ini adalah masa-masa dimana kita harus bertahan agar mendapatkan terobosan dalam hidup kita. kita harus memilih, antara breakthrough atau breakdown di jalan. Untuk mendapatkan breakthrough, kita harus mendapatkan favor dari Tuhan, atau dengan kata lain penyertaan dari Tuhan sendiri. Contoh favor itu seperti favor Tuhan atas Yusuf ketika dia mengalami sumur, budak dan penjara, atau favor Tuhan atas Daud dalam masa-masa kesesakannya. Favor Tuhan adalah janji Tuhan atas kita; kalau kita memiliki respon yang benar atas masalah.

Ketika masalah datang, ingat untuk tidak fokus hanya pada apa yang harus kita lakukan saat ini, tapi fokus pada apa yang akan kita raih ke depan.

Diambil dari khotbah Ps. Markus Simanjuntak,
Dikhotbahkan di Morning Star International Church Surabaya, 12 March 2006