27 January 2009

Kalium, Natrium, Dan RKZ

bulan lalu papa saya masuk rumah sakit RKz surabaya. beliau di bawa dari Donggala langsung ke surabaya karena dari Donggala badannya kaku sekali dan tidak mau makan, bahkan tangannya agak bergetar. teman-temannya yang dari donggala mengira beliau kena stroke. Gejala awalnya papa malam suka kencing terus, satu jam bisa 4 kali. (mana bisa tidur?)

jam 12 siang Andi dan saya berangkat dari kandangan menuju bandara juanda untuk menjemput papa yang sakit dan mama dan Robin yang membawa papa. Papa terlihat kurus sekali. sedih rasanya. sore itu juga kita menuju ke rumah sakit rkz. dan langung ke ruang uGDnya.

sesampainya di rkz, para susternya membantu papa turun dari mobil dan dokter jaga, yang waktu itu adalah dr steven, langsung mulai proses mendiagnosa penyakit papa. awal yang melegakan adalah, papa tidak terkena stoke seperti yang dikira oleh orang banyak karena badan papa kaku sekali. hal ini diketahui karena papa masih dapat menggenggam tangan dr steven dengan kuat, bahkan papa dapat memberikan respon ketika kakinya di "tickle" oleh dokter. kemudian papa segera diperiksa gula darahnya,.50 brarti gula darahnya drop. pantes aja papa lemas sekali. setelah itu papa dicek elektrolitnya. nah ini dia, ternyata elektrolit papa juga sangat drop. terutama kalium dan natriumnya.

baru kali itu aku tau kalau ternyata kekurangan eletrolit bisa sampe kayak gt tubuh manusia. kekurangan kalium itu menyebabkan tubuh kaku dan bisa sampe bergetar. kekurangan natrium bisa menyebabkan kita ngantuk berat. padahal kaliun dan natrium itu apa sih. ya cuman garam aja. keluar dari rumah sakit, 31 desember papa disangu kapsul yang isinya garam dari dokter.

trus, napa papa kok bisa kekurangan garam? ya karena papa pipis terus. garam-garamnya pada keluar semua. awalnya ni karena papa punya riwayat darah tinggi dan gejala diabetes. nah, karena punya penyakit tersebut, papa jadinya sangat membatasi makanannya. bener-bener mengurangi garam dan gula. udah gitu, rasanya ada obar darah tingginya yang menyebabkan pipis terus. hal ini terus berlangsung dan jadinya begitu.

papa sudah sembuh sekarang. udah sehat dan segar kembali. setelah mendapatkan infus garam dan injeksi gula selama 7 hari di rumah sakit, papa sekarang rajin mengkonsumi air kelapa hijau dan pisang yang banyak mengandung kalium. dan makan makanan yang asinnya normal seperti biasa

oya, dengan ditemukannya sakit papa dan dirawatnya papa di rumah sakit, dalam hati kami sebagai keluarga, kami sangat berterima kasih kepada dokter jaga di rumah sakit yang bisa menemukan sakit papa dan bisa segara menanganinya dengan baik. juga trima kasih banyak kepada suster-suster yang merawat papa yang walaupun tengah malam di panggil selalu available dengan senyuman dan tutur kata yang ramah. (selalu, loh) bahkan bisa bercanda juga. trima kasih, papa dan kami keluarga bisa melewati masa-masa yang sulit. pokoknya two thumbs up buat para dokter jaga dan suster di rumah sakit RKZ yang sungguh tulus dan baik hati.

10 January 2009

Donggala vs Kandangan

Pindah dari Donggala ke Kandangan.
yap, sudah beberapa bulan ini aku pindah tempat tinggal dari Donggala ke kandangan-Pare. Dari desa satu ke desa lainnya. hehehe. kedengarannya emang sama ya. dari desa ke desa.. tapi ya emang dari desa ke desa. jadilah aku benar-benar orang desa. aduh ngaco nih, intinya bukan itu deh. tapi omong-omong, kenapa emang kalau orang desa? hehe aku cukup bangga jadi orang desa. bukannya sayur mayur dan ikan-ikan terbaik itu dari desa? banyak orang-orang penting juga dari desa, loh. termasuk saya haha (ngaco banget deh).
well, benere post kali ini saya pengen banget tulis tentang perbedaan Donggala dan Kandangan, yang walaupun sama-sama desanya, punya banyak perbedaan.
1. Kandangan banyak sayur seger, depan rumah pas ini pasar yang cukup besar dengan sayur dan buah yang seger setiap hari, banyak, komplit dan murah! kangkung seikat bo, cuman 200 perak. akhir-akhir ini ada naik sih, jadi 250 kira-kira :P jadilah aku sangat senang di sini. tiap hari pup dengan lancar karena asupan serat dari sayuran tak pernah kurang. hahaha. Tapi ikan laut nan segar seperti di Donggala ndak ada emang. ada sih ikan, tapi ikan air tawar kayak bandeng gt. tapi kan aku kangen juga sama ikan baronang, ikan katamba, ikan sunu, ikan lajang, katombong yang digoreng trus dimakan sama dabu-dabu. waks!! lapar!!! yah ntar kalau aku pulang Donggala aku pengan makan ikan sebanyak-banyaknya! huhu
2.Kandangan, hampir semua orang ramah-ramah. even gak kenal, semuanya menebar senyuman manis. ah, "Indonesia" banged (ya donk, Indonesia kan kalau di iklankan buat pariwisata kan gitu, 'bangsa yang murah senyum," yang entah sejak kapan mulai hilang, terutama di kota-kota). kalau makan di warung gt, even gak kenal, mereka kalau mau makan mesti pamit dulu, "mari makan," gitu. yang kayak gini, nih di Donggala kayaknya ndak ada. kalau ndak kenal ya gak nyapa-nyapa gt. makanya aku pas makan di warung sate kambing dan gule (oya nih juga perbedaan Donggala dan kandangan, habis gini ta bahas aja deh) cukup kaget juga. eh, apa itu brati Donggala gak termasuk Indonesia, ya hihi. ya rasanya ya, yang diiklankan tentang senyuman itu representasi dari pulau jawa deh. hehe atau semuanya gt kecuali Donggala dan kota-kota besar? wah, brati Donggala masuk kategori kota besar? (Mulai deh, ngaco lagi)
3. ya di kandangan terkenalnya sate dan gule kambing. di depan toko ada satu warung sate dan gule kambing ini. mulai bakar-bakarnya jam 5 sore dan baunya masuk ke toko bikin perut keroncongan pengen cepet tutup toko, padahal tutupnya jam 6. jadi deh, satu jam itu waktu penyiksaan buat lambung. hehe. tapi aku gak doyan sate kambing. entah karena udah di wanti-wanti sama ortu dari kecil agar jangan makan makanan berkolestrol atau gimana, yang jelas, pertama kali makan sate kambing aku agak takut melihat lemaknya dan efeknya setelah makan. puanas bo! menurut aku seh, rasanya gak jauh beda sama sate ayam. bedanya ya itu, sate kambing lebih berlemak dan bikin badan panas. jadinya aku lebih prefer makan sate ayam di pojokan jalan itu, kalau yang itu rasanya nikmat banged hehe. Donggala gimana? ada yang jualan sate kambing? tidak ada. Donggala hawanya ndak cukup dingin buat penduduknya mengkonsumsi daging "panas" tersebut. ya setelah ini aku mau bahas tentang letak iklim kedua desa ini dah hehe
4. Donggala yang panas. ya, panas banget karena dekat pantai hehe. kandangan lebih dingin, dekat dengan pegunungan. ya gitu aja. no other comment. oya seh, Donggala juga deket gunung, tapi rasanya hawa lautnya yang menang deh. hehehe
5. Donggala jauh lebih luas dari kandangan. aku ndak tau seberapa luas, tapi yang jelas pasti lebih luas even sekarang wilayah Donggala udah terbagi-bagi, pokoknya Donggala lebih luas. Soalnya kalau mau menelusuri Donggala tu bisa berhari-hari. tapi kalau Kandangan mah, gak cukup sehari dah selesai. however, aku ndak yakin kalo jumlah penduduknya donggala lebih banyak. bisa jadi kalah tuh sama kandangan. kesimpulannya, kepadatan penduduknya kandangan ini jelas lebih tinggi dari Donggala. ya namanya juga pulau jawa.. nah, keuntungannya tinggal di kandangan dengan kepadatan penduduk yang tinggi ini, pembelinya jadinya juga lebih banyak. hehe ajib, kan? bagaimana dengan donggala donk? wah, Donggala tuh gak usah ditanya lagi. dengan daerah dekat laut dan punya pelabuhan barang plus daerah yang luas untuk perkebunan, lapangan pekerjaan tidak kurang deh!
6. jam kerja. kandangan tuh, pagiiii banget sampe aku kaget. jam 4 pagi aja pasar dah buka. rata-rata tokonya buka jam 6 pagi. itu belum seberapa. Salon pun jam 6 dah buka, loh... trus kalo Donggala gimana? disana rata-rata buka jam 8. bahkan ada juga yang jam 9. trus kalo siang juga ada yang tutup segala. knapa gt? ya rasanya karena kebiasaan doank kalo yang ini. jadilah aku juga harus belajar bangun pagi dan ternyata bisa hihi gimana gak bisa, wong tokoku aja bukanya jam 6.30. tapi lama-lama juga biasa. asik juga bangun pagi, bisa menghirup udara segar di halaman belakang sambil liat-liat kapaan ya rumput gajahku menutupi seluruh halaman? ( kira-kira 2 bulan yang lalu aku beli rumput gajah untuk nutupi halaman belakang rumah. aku belinya 100 kantong trus dapet bonus 3 kantong. sampe sekarang, biar yang 103 kantong itu bisa rata di tanem di halaman, aku tanemnya kasi jarak 30 cm. sekarang udah kira-kira 2 bulan, jaraknya kira-kira sisa 26 cm jadi kira-kira kapan ya baru bisa penuh? setahun? huaaaaa...!)

masih banyak lagi nih, sampe cape nulisnya. hehe. ya yang jelas keduanya memiliki persamaan, yaitu kedua-duanya aku kangenin. kalo lagi di kandangan, aku kangen Donggala, kalau lagi di Surabaya (ya donk aku belum pernah pulkam nih), kangen kandangan. ya susah emang jadi orang yang banyak maunya. heheh. tapi ya wajarlah... sapa suruh nikah jauh-jauh. yang jelas. I love kandangan, I love Donggala!!

09 November 2008

The sims dan Aspirasi

Belum lama ini aku main the sims university. Seru juga animasinya. Aku baru belajar main the sims sama Andi.

Yang belum tau game the sims, ya kita tuh ngatur orang-orangan yang kita bisa pilih sendiri bentuk wajahnya gimana, warna kulitnya, matanya, pakaiannya, bahkan rumah beserta accesorisnya. Kita juga yang suruh dia mandi, buang air, kerja, dll. Pokoknya seru juga. Aku jadi ingat waktu kecil aku doyan main “pensil-pensilan” ya itu, aku menganggap pensil-pensilku itu orang-orang yang aku jalanin. Aku pake kotak pensilku sebagai tempat tidurnya, buku sebagai lantainya dan macem-macem lagi barang yang ada dirumah yang kuimaginasikan sebagai apa aja yang aku suka deh pokoknya. Nah the sims ini rasanya versi digitalnya deh.


Yang menarik dari the sims ini, orang/orang-orangan yang kita jalanin ini punya cita-cita dalam hidupnya. Misalnya jadi sangat ahli dalam tujuh kemampuan. Trus, tiap kali kita mainin dia untuk belajar dan meraih satu poin, aspirasinya naik bisa golden atau platinum yang berarti moodnya jadi naik alias dia jadi bahagia deh.


Aku jadi ingat diri sendiri. Ingat aku yang lagi belajar masak. Tiap kali aku berhasil masak satu jenis makanan, rasanya semangatku bertambah. Rasanya aspirasiku bertambah kayak orang-orangan the sims hihihi gak tau ngaco apa ndak, tapi aku sangat senang. Gak tau apakah ini ada hubungannya dengan cita-cita hidupku? Rasanya ya. Eit, jangan salah tanggap dulu. Cita-citaku bukan jadi koki, loh. Tapi cita-citaku ya bisa melayani keluargaku, bisa jadi berkat, nah. Bisa serve makanan kan salah satu dari itu. Jadi bener, kan kalau aku bahagia sekali tiap kali aku berhasil belajar masak? Heheh. Anyway, semua ini berkat suamiku juga, makasih ya honey, sudah memberikan aku semangat dengan memakan dengan lahap semua masakanku yang entah enak apa ndak… you are my insprirasion, you are my aspirasion

15 September 2008

Sambil Makan Sate...

Malam itu aku duduk di warung sate di bawah temaram sinar rembulan yang penuh (malam kue tiong cu sebutan ku) bersama suamiku tercinta. Kami berdua baru saja pulang dari gereja dengan perut lapar.

Pelayannya menghampiriku dan bertanya, ngunjukannya apa, Mbak? Aku celingukan bingung mau jawab apa. Aku menatap suamiku dengan tatapan minta bantuan. Andi sambil tersenyum memberi tau padaku kalau pelayannya menanyakan kita mau minum apa. Kemudian aku segera menjawab, “teh hangat aja.”

Itu adalah salah satu dari sekian kalinya aku kebingungan komunikasi dengan orang-orang daerah sini. Ya, sejak aku menikah, aku tinggal di kandangan, Jawa Timur. Tinggal di daerah yang memiliki banyak sekali perbedaan baik dalam makanan, dan yang paling terasa adalah perbedaan bahasa dengan daerah asalku, Donggala.

Kalau masalah makanan sih, aku dengan mudah dapat menyesuaikan karena aku termasuk bisa makan apa saja kecuali makanan basi dan jeroan hehe. Tapi kalau masalah bahasa, aku sering sekali bingung. Kalau cuman bahasa jawa suroboyoan, aku masih bisa dengar karena aku sempat tinggal di surabaya selama 4-5 tahun dan kemudian pindah ke Donggala selama 4 tahun, jadi itupun aku masih harus menyesuaikan diri lagi. Tapi ini, disini rasanya dituntut untuk “boso” yaitu bahasa jawa halus yang mendengarkannya saja aku baru kali ini.

Sudah beberapa patah kata diajar oleh suamiku, “setunggal itu satu, kaleh itu dua, tigo, sekawan, gangsal..selikur, slawe, seket, swidak….” Yap, at least aku harus tau itu karena aku jaga toko…
Sambil menghabiskan sepuluh tusuk sate yang nikmat ditemani nasi dan the hangat, pikirianku melayang ke beberapa tahun lalu, Pak Benny, Gembala Sidang Gereja MSI surabaya sedang khotbah tentang panggilan hidup dan tentang ladang misi. mendengarkan khotbah beliau seakan mengamini semua kerinduanku untuk pergi ke ladang misi, untuk penginjlan. Rasanya saat itu aku berseru-seru, “Tuhan, kapan aku bisa pergi misi?” saat itu aku sedang memikirkan Asia, populasi penduduk terpadat dunia dimana Kristus belum banyak diberitakan, dimana masih banyak orang yang hidup dalam kegelapan.

Tuhan mendengarkan aku, Pak Benny mendekat ditempat aku duduk dan tiba-tiba bernubuat, “Aku mendengarkan kerinduanmu, kerinduan itu Aku yang taruh dalam hatimu. Kau mungkin bertanya, bagaimana caranya, ya Tuhan aku bisa kesana? Percayalah, Aku yang akan membawamu kesana, ketempat dimana engkau tidak menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang sedang kau tekuni, Aku akan membawamu dengan cara yang tidak kau ketahui.”

Aku menyendokkan bumbu sate terakhir ke dalam mulutku. Asia, penduduk yang padat, bahasa yang berbeda.. ah, siapa menyangka kalau Dia membawaku ke tempat ini menjadi ladang misi bagiku?

Dia membawaku melalui pernikahan dengan Andi. Dia melengkapi aku dengan keluarga. Aku tidak lagi sendiri tapi memiliki suami yang akan memberikan visi dan perlindungan bagiku. Dengan keluargaku ini, kami mendapatkan kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang-orang disekeliling kami.

Aku mungkin lupa, tapi Dia tidak pernah lupa Nubuatan sedang digenapi dan aku bersemangat…

13 September 2008

Arigatao

Sudah hampir 2 bulan our wedding day berlalu, baru kali ini kami bisa menulis blog lagi.

Kali ini kami ingin menuliskan tentang bagaiamana perasaan kami pada hari tersebut. Kami berdua pada awalnya cukup nervous, tapi akhirnya bagi kami, saat tersebut sungguh-sungguh menjadi hari yang sangat berbahagia. Bukan hanya karena akhirnya tidak lagi dua tapi satu, tapi pada saat itu kami juga melihat betapa baiknya Tuhan itu, betapa kami dilimpahi dengan kasih karunia olehNya, kami mendapat favor dari keluarga dan teman-teman dekat kami yang kami cintai. Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kami kepada,

1. First of all, Our beloved Saviour, Jesus Christ. Segala puji syukur bagi Dia, yang begitu baik dan penuh rahmat, penuh kasih karunia yang tiada taranya. Dialah yang menjadikan kami, Dialah yang mempertemukan kami dalam kasih, Dialah yang membuka jalan yang penuh dengan kemurahan, Dia yang membimbing kami dalam membangun hubungan, Dialah yang menaruh mimpi dalam hati kami, Dia jugalah yang memberikan kami kekuatan untuk meraih mimpi itu. Dia sungguh membuat kami memiliki kehidupan yang penuh dengan arti.
2. Both of our parents. Untuk restu mereka yang membuat kami tau kalau kami melangkah ke tempat yang benar sehingga pintu-pintu berkat terbuka dan melimpahkan berkat datang kepada kami. Untuk dukungan mereka baik dalam materi maupun moral. Mereka adalah orang-orang yang paling kami kagumi.
3. Pak Benny dan keluarga, sebagai hamba Tuhan yang setia, yang telah membimbing kami selama ini, terutama dalam teladan hidup yang saleh.
4. Cek Ming dan cim Shinta, yang membuat dua keluarga kami menjadi satu.
5. Untuk Ako Cek yang telah merias kami pada saat acara pernikahan di Kandangan
6. Untuk Keluarga Go Ko Tiu dan Fidel karena telah menyediakan rumahnya untuk ditinggali oleh tamu-tamu kami yang datang dari jakarta.
7. Untuk adik-adik kami, Robin dan Lily yang telah menjadi seksi sibuk sekali, mengurusi semua keperluan-keperluan kami sehingga kami tidak dibebani pikiran apapun selama the wedding day.
8. Keluarga koko dan Cie-cie yang telah membantu begitu banyak
9. Diko yang Khusus datang dari Australia untuk menghadiri pernikahan kami
10. Untuk Nancy dan EB John, Wenda dan Handa yang dengan ramah membantu menjadi penerima tamu
11. Yohan dan Olivia yang telah menjadi ban lang dan ban niang yang tampan, cantik dan sigap
12. Pak Christmet dan tim usher yang telah begitu sigap dalam memberikan bantuan selama bahkan sebelum pesta penikahan dimulai.
13. Pak Chrismet dan Ibu Dewi yang telah mengizinkan Audrey yang cantik menjadi penabur bunga
14. Kak Dewi yang telah memberikan bantuan sebagai ketua koordinasi pemberkatan di gereja dan juga sebagai Master of Ceremony pada hari pertunangan kami yang indah
15. Pak Martin dan tim musik gereja yang telah memainkan musik dengan begitu piawai sehingga moment pemberkatan kami terasa begitu penuh sukacita
16. Pak Rony Gara dan Ibu Triya. Pak Rony sebagai Master of Ceremony pada pemberkatan dan Ibu Triya yang telah membantu dalam pembuatan surat pemberkatan gereja.
17. Pak Daniel yang telah mendekor gereja dengan begitu indahnya pada hari bahagia kami dan telah mengizinkan Kenneth untuk menjadi pembawa cincin kami.
18. Ibu Lia yang telah membantu begitu banyak dengan menyediakan restaurant dengan makanan yang enak.
19. Ko Puguh yang telah mendokumentasikan moment-moment bahagia kami dengan profesional
20. Ovan dan Putri yang merias kami dengan sangat apik
21. Ce reytha yang membuatkan undangan dan menyiapkan mobil dengan tepat waktu
22. Ce Anna yang menyiapkan gaun pengantin yang indah
23. Keluarga dan teman-teman dekat kami yang telah menyumbangkan lagu sehingga pesta pernikahan kami menjadi meriah
24. Saudara-saudara kami yang kami cintai dan sahabat-sahabat kami yang berharga yang walaupun jauh dari luar kota, luar pulau jawa maupun luar negeri, ataupun yang dari surabaya yang sengaja datang untuk menghadiri pernikahan kami. Kami sangat menghargainya


Selain hari pernikahan, kami juga melihat bahwa kami selalu mendapatkan kasih karunia dari keluarga dan sahabat-sahabat kami.
Terima kasih untuk
1. Papa dan Mama Kandangan yang senantiasa memberikan semangat dalam membuka toko
2. Papa dan Mama yang dari Donggala memberikan ucapan selamat dan kata-kata yang memotivasi
3. Cek Ming dan Cim Shinta yang telah membantu dalam pembangunan rumah
4. Cim Shinta yang telah membiarkan Andi untuk belajar beberapa lama di bengkel AHASSnya sehingga Andi bisa membuka toko dan bengkel sepeda motor seperti sekarang
5. Ko Tiu Ayen yang telah memberikan banyak nasehat yang berguna dalam pembukaan toko dan bengkel kami juga telah memperkenalkan kepada kami montir yang sangat baik dan profesional
6. Pek Yap, Cim Shinta,dan Cek Wan yang mengirimkan karangan bunga yang indah, Om Leo yang memberikan kado, mak yang dan mak ik yang mengunjungi toko kami pada Grand opening toko dan bengkel kami semuanya begitu memberikan semangat bagi kami
7. Giu Hwa yang telah membantu membuatkan spanduk dan banner promosi pembukaan toko dan bengkel kami
8. Untuk para ojek yang mangkal di depan toko dan bengkel kami karena telah membantu mempromosikan toko dan bengkel kami

Arigatao,

Andi dan Fanny

26 June 2008

It is when i come to You

It is when I come to You O God
And put all my hope in You
My heart is full
Full of joy
My soul know that this is the place where I belong

24 June 2008

Waktu: Modal yang berharga

Tahukah Anda bahwa waktu merupakan modal kita yang sangat amat penting? Untuk memberikan gambaran pada Anda, perhatikan ilustrasi berikut ini:

Setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu 24 jam setiap hari. Setiap harinya kita diberi tanggung jawab untuk mendayagunakan waktu tersebut. Uniknya, waktu tidak bisa berhenti. Setiap kali kita berhenti, waktu akan berlalu meninggalkan kita dan kita tidak akan bisa mendapatkan kembali waktu yang sudah pergi.

Dalam ilustrasi pendek diatas ditunjukkan bahwa waktu itu berharga sekali. Kita dituntut untuk bisa memanfaatkannya dengan baik dengan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat.

Baru-baru ini saya mendapatkan suatu ide cemerlang tentang bagaimana untuk memilah-milah aktifitas mana yang bisa digunakan untuk memanfaatkan waktu. Caranya, ajukan pertanyaan "Apa untungnya?" Simpel sekali bukan? Namun seringkali kita justru menanyakan dengan pertanyaan yang mirip tapi tidak sama "Apa ruginya?" karena hasilnya berbeda. Kedua pertanyaan tersebut bisa menghasilkan keputusan yang berbeda untuk memilih aktifitas karena banyak aktifitas-aktifitas yang netral. Disatu sisi aktifitas tersebut tidak merugikan kita, namun pada sisi yang lain juga tidak menguntungkan kita. Aktifitas-aktifitas seperti inilah yang harus kita hindari, karena membuat kita tidak efektif.

Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan keuntungan dari suatu aktifitas terhadap kita sendiri. Apakah aktifitas tersebut menguntungkan dalam hal pekerjaan, kesehatan, hubungan, keluarga, keuangan, pengembangan diri, kerohanian, atau hal-hal lainnya yang menurut kita penting.

Akhir kata, selamat berjuang dan semoga Anda menjadi orang yang efektif dalam memanfaatkan waktu Anda. Ingat, waktu begitu berharga.

10 June 2008

Getting Married

i am getting married. Dan rasanya ya, salah satu saat-saat yang paling berkesan seumur hidup itu adalah ketika mempersiapkan diri untuk menikah. Rasanya pada saat itu perasaan jadinya bercampur aduk kayak gado-gado.

Bagaimana ndak, pada saat yang sama, kita memikirkan persiapan-persiapannya, dananya, waktunya, kepentingannya.. kadang kala untuk mencapai kata sepakat, kita perlu berantem dulu. Eit, salah.. bukan itu yang membuat kami sepakat, yang membuat kami sepakat adalah ketika salah satu dari kita cukup rendah hati untuk mendahulukan kepentingan yang satunya lagi. hehe

Kemudian, ada satu hal yang cukup membuat kacau hatiku, yaitu ketika memikirkan aku harus berpisah dengan kedua orang tuaku. Yah, menurut aturan keluarga Tiong Hoa, si cewek harus ikut si cowok. Nah lo, pamaku tinggalnya di Sulawesi gini, dianya tinggal di Jawa Timur sana… hiks. Dari tempatnya dia aja ke Surabaya perlu dua jam lebih, dari Surabaya ke rumah pama aja perlu sekitar tiga jam by plane (total dua jam di udara). Huaaaaaa………jadi ingat ketika pertama kali harus pisah dengan pama karena harus sekolah di kota Malang. Rasanya kira-kira kayak gitu deh. Sedih emang, tapi ya aku tau lah ini semua demi kebaikan aku juga…

Kebaikan seperti apa? Ya kebaikan indahnya pernikahan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan.
Aku percaya, kalau pernikahan yang akan pasanganku dan aku bangun nanti akan menjadi pernikahan yang bahagia, pernikahan yang memuliakan Tuhan, jadi berkat bagi banyak orang, pernikahan yang di dalamnya kita akan fulfill panggilan Tuhan yang sudah diberikan bagi kita. Amiinn hehe

Jadi even kayak perasaan bisa kayak gado-gado (eh, gado-gado enak, kali :P), aku akan menikmati setiap momentnya, aku mau belajar dari semua hal baru yang aku alami. Ayo Fanny, Semangat!

03 June 2008

Kedutan

Duh, sejak hari sabtu tanggal 31 may kemaren, kelopak mata kiriku kok kedutan terus. Awal-awalnya merasa lucu aja, lama-lama merasa aneh kok bisa sampe berhari-hari lamanya. Biasanya juga paling cuman bentar trus berhenti. ini emang sempat berhenti sih, beberapa menit atau beberapa jam gt. tapi ya lanjut lagi.
emang napa ya mata kok bisa kedutan?
ada yang bilang tu pertanda bakal dapet hadiah, hehe.. kalo gt asik, gw bakal dapet hadiah yang buanyakk.. hehe.. ;)

26 May 2008

Si Mail

Hari ini di toko lagi heboh. Siapa lagi yang bikin heboh kalo bukan si Mail yang entah bagaimana caranya selalu aja bikin sensasi. Kali ini dia berceritera kalau keluarga pacarnya lagi mendesak dia untuk segera menikah.
Temen-temannya rame-rame mendukung dia untuk segera menikah, “ayo Mail, tunggu apa lagi? kamu cinta, kan sama dia?” dia mengangguk semangat.
“Bukan hanya mau pacaran tapi gak mau nikah, kan?” dia menggeleng dengan tegas. “Keluarganya mempermasalahkan duit?” teman-temannya bertanya dengan hati-hati “gak juga sih..” jawabnya pelan
“Lha trus?” teman-temannya keheran-heranan penasaran “dia setelah menikah gak mau tinggal di rumahku.”
Oo, ternyata itu toh yang bikin si Mail kebingungan. Yah emang wajar juga sih kalo pacarnya ndak mau tinggal dirumahnya Mail. Di rumah itu yang ada cuman ketiga kakaknya mail yang cowok semua dan belum menikah semua. Mana papa dan mamanya mail juga sudah tiada. Yah, terpaksa emang cari rumah kontakan atau kos-kosan dulu.
Well, memulai suatu rumah tangga emang kadang banyak tantangannya, tapi pasti ada jalan keluarnya lewat the power of love menurutku. Jadi, good luck ya Mail!