Hati raja seperti batang air ditangan Tuhan, dialirkanNya kemana Ia ingini (amsal 21:1)
Karena pemberontakan negeri banyaklah penguasa-penguasanya, tetapi karena orang yang berpengertian dan berpengetahuan tetaplah hukum (amsal 28:2)
Orang yang mengabaikan hukum memuji orang fasik, tetapi orang yang berpegang pada hukum menentangnya (amsal 28:4)
Orang yang memelihara hukum adalah anak yang berpengertian (amsal 28:7a)
Orang yang memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum juga doanya adalah kekejian (amsal 18:9)
Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah tahtanya oleh kebenaran (amsal 25:5)
Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya (amsal 29:4)
Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, tahtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya (amsal 29:14)
Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik [if a ruler listen to lies all his servant are wicked] (Amsal 29:12)
Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetepkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas (amsal 31:4-5)
Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan, karena aku para pembesar berkuasa dan juga para bangsawan dan semua hakim di bumi (amsal 8:15-16)
Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak, keselamatan ada (amsal 11:14)
Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tapi tanpa rakyat, runtuhlah pemerintah (amsal 14:28)
Kebenaran meningkatkan derajad bangsa, tapi dosa adalah noda bangsa (amsal14:34)
Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena tahta menjadi kokoh karena kebenaran. (amsal 16:12)
Wajah raja yang bercahaya memberi hidup, dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi (amsal16:15)
Seperti singa yang meraung atau beruang yang menyerbu, demikianlah orang fasik yang memerintah rakyat yang lemah (amsal 28:15)
Seorang pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya (amsal 28:16a)
I just think.. That many things come from simple things And I could learn and enjoy many things from them..
Showing posts with label Amsal. Show all posts
Showing posts with label Amsal. Show all posts
11 November 2007
28 October 2007
Orang Bijak Mendengarkan Didikan
Apabila seseorang mau mendengarkan didikan dan mengejar pengetahuan dari orang bijak, maka ia dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Ia belajar dan menjadi bijak sehingga ia berhasil. Lain halnya dengan orang yang hanya mau percaya pada dirinya sendiri sehingga ia tidak mendapatkan pertimbangan. Jalannya licin dan ia mudah tergelincir.
Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. (Amsal 28:26)
21 August 2007
Terimakasih Banyak Mama
Jujur saja saya bukan orang yang "kecanduan" TV, namun terkadang saya juga sempat nonton TV untuk hiburan. Sore ini saya mendengarkan sesuatu di TV yang menurut saya berharga sekali, dan saya ingin membagikannya juga pada semua yang membaca blog ini. Begini isi kata-kata yang saya dengar:
Seorang ibu biasa mengatur makanan yang dikonsumsi anaknya setiap hari agar anaknya tetap sehat. Seorang ibu juga bertugas sebagai tabib dalam keluarga yang menjaga seisi rumah agar tidak sakit. Seorang ibu rela memberikan pakaiannya kepada anaknya supaya anaknya merasa hangat walaupun dia merasa kedinginan. Seorang ibu juga memberikan makanannya kepada anaknya dan berpura-pura seakan ia tidak lapar padahal dia belum makan sekalipun. Ia juga menjadi guru dalam rumahnya yang mengajarkan kebaikan kepada seisi rumahnya. Seorang ibu mengerjakan hal-hal yang lebih banyak daripada seorang pelayan. Namun terkadang anaknya tidak mengerti pengorbanan apa yang sudah ibu lakukan buat anaknya. Seorang ibulah yang menjadi gunung yang tinggi, yang menjadi pelindung bagi anak-anaknya selama ia hidup.
Kata-kata diatas rasanya tidak sama persis kata per kata dengan yang saya dengar karena memang panjang sekali. Saya sendiri menulisnya hanya berdasar dari apa yang saya ingat saja. Saat saya mendengarnya saya teringat, di Alkitab juga menuliskan kebenaran tentang seorang seorang wanita dalam rumah tangga yang saya artikan adalah seorang Ibu. Dalam Firman itu dituliskan tentang seorang wanita yang mendirikan rumahnya. Dalam hal ini saya artikan sebagai seorang ibu lah yang sangat berperan membangun keluarganya.
Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya... (Amsal 14:1a )
Saya terharu sekali saat saya mengetahui betapa berharganya seorang ibu bagi keluarga. Dan walaupun saat ini bukan hari ibu saya hendak mengucapkan, "Terimakasih banyak Mama"
30 September 2006
Antara Hikmat dan Takut Akan Tuhan
Kalau kita membaca bagian awal-awal kitab amsal kita bisa menjumpai banyak sekali nasehat-nasehat mengenai betapa berharganya mendapatkan hikmat dan pengertian. Dikatakan bahwa berbahagia orang yang meperoleh hikmat… keuntungannya melebihi perak, hasilnya melebihi emas, lebih berharga dari pada permata, apapun yang kita inginkan tidak dapat menyamainya. Kedengarannya luar biasa bukan? Tapi bagaimana mendapatkannya? Menurut kitab amsal, ada satu hal yang sangat penting untuk mulai mendapatkan hikmat, yaitu takut akan Tuhan.
Akan tetapi, apa hubungannya antara takut akan Tuhan dengan mendapatkan hikmat?
Menurut saya, pertama-tama ketika kita takut akan Tuhan otomatis kita akan menjauhi larangan-larangannya dan dengan menjauhi larangan-larangan tersebut, kita akan terlinduingi dari hal-hal yang jahat dan kita akan diberkati. Dengan itu kita sudah melakukan tindakan yang berhikmat. Yang kedua, ketika kita takut akan Tuhan, kita ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan dan memuliakan DIA. Ini adalah posisi hati yang benar untuk mulai belajar bagaimana untuk mendapatkan hikmat dan pengertian.
Sementara untuk memperoleh hikmat dan pengertian masih panjang jalannya, Takut akan Tuhan adalah awal untuk mendapatkannya. Tanpa takut akan Tuhan tidak akan ada hikmat dan pengertian yang sesungguhnya. So let’s start it dengan memiliki hati yang takut akan Tuhan.
Akan tetapi, apa hubungannya antara takut akan Tuhan dengan mendapatkan hikmat?
Menurut saya, pertama-tama ketika kita takut akan Tuhan otomatis kita akan menjauhi larangan-larangannya dan dengan menjauhi larangan-larangan tersebut, kita akan terlinduingi dari hal-hal yang jahat dan kita akan diberkati. Dengan itu kita sudah melakukan tindakan yang berhikmat. Yang kedua, ketika kita takut akan Tuhan, kita ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan dan memuliakan DIA. Ini adalah posisi hati yang benar untuk mulai belajar bagaimana untuk mendapatkan hikmat dan pengertian.
Sementara untuk memperoleh hikmat dan pengertian masih panjang jalannya, Takut akan Tuhan adalah awal untuk mendapatkannya. Tanpa takut akan Tuhan tidak akan ada hikmat dan pengertian yang sesungguhnya. So let’s start it dengan memiliki hati yang takut akan Tuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)