Showing posts with label Konsekuensi. Show all posts
Showing posts with label Konsekuensi. Show all posts

10 February 2007

The devil wears prada - tidak ada kata "harus"

Belum lama ini saya menonton film berjudul the Devil wears Prada. Film yang cukup bagus yang menceritakan tentang seorang wanita pandai yang awalnya tidak mengerti fashion sama sekali mulai bekerja di majalah fashion terkenal, “Runaway”. Wanita pandai tersebut bernama Andrea (dbintangi oleh Anne Hathaway). Kerja di majalah “Runaway” merupakan suatu tantangan tersendiri bagi dia. Pertama dia sama sekali tidak mengerti fashion, kedua karena bosnya, Miranda (diperankan oleh Meryl Streep) adalah seorang yang sangat perfectionist dan koleris. Dia tidak ingin dibantah dan apa saja yang disuruhnya harus dilakukan dengan sempurna atau orang yang kerja dengannya dipecat.

Karena ingin memperoleh pendapatan yang cukup dan gaji yang ditawarkan cukup baik, Andrea memutuskan untuk menghadapi masalah-masalah yang bisa muncul di tempat kerjanya. Dia mulai berusaha fashionable dan juga berusaha untuk memenuhi setiap permintaan bosnya dengan sebaik mungkin. Sehingga suatu hari bosnya mulai merasa senang padanya dan mengajaknya ke Paris untuk menghadiri event-event penting. Diajak ke Paris cukup mengejutkan bagi Andrea berhubung itu sebenarnya itu adalah bagian dari kerjaan teman kerjanya.Yang membuat Andrea bingung adalah teman kerjanya sudah lama mempersiapkan diri untuk event-event ini (bahkan sampai diet juga) karena ini adalah salah satu impiannya. Karena takut pada Miranda dan takut kehilangan pekerjaannya, Andrea akhirnya pergi ke Paris.

Cerita ini terus berlangsung hingga ke point dimana bosnya, Miranda mengorbankan perasaan orang kepercayaannya sendiri untuk mempertahankan posisinya di perusahaan. Ketika Andrea berusaha protes kepada Miranda, Miranda mengatakan kalau sebenarnya Andreapun sudah pernah melakukan hal yang sama pada rekan kerjanya ketika dia akan ke Paris. Andrea berusaha membantah dengan mengatakan bahwa itu adalah suatu keharusan dimana Miranda sendiri yang memaksanya berbuat begitu. Saya tidak hapal bagaimana kalimat persisnya tapi pada saat itu Miranda mengatakan kalau tidak pernah ada ada keharusan, segala sesuatu adalah keputusan Andrea sendiri. Mungkin saja Miranda memaksanya untuk ikut ke Paris, tapi kalau Andrea mau, Andrea bisa saja menolak walau dengan mengorbankan pekerjaannya. So, itu bukanlah kesalahan Miranda.

Even tidak berarti saya suka dengan sikap Miranda, saya suka dengan apa yang disampaikannya pada Andrea. Tidak ada kata kita “harus” melakukan sesuatu karena paksaan atau disebabkan oleh keadaan tertentu. Semuanya adalah keputusan kita sendiri dengan segala konsekuensinya. Hal ini akan membantu kita untuk tidak selalu menyalahkan orang lain dan mengasihani diri sendri. Segala keadaan yang kita alami adalah keputusan kita sendiri untuk berada dalam keadaan itu.

20 July 2006

Bayar Sekarang atau Nanti?

Which do we prefer, bayar sekarang, nikmati kemudian atau nikmati sekarang, bayar kemudian dengan bunganya? Hehe… ada beberapa hal yang cocok sekali dengan prinsip ini..

Misalnya dalam menabung atau meminjam uang di bank. Kalo menabung, kita memberikan uang kita sekarang dan bisa menikmati hasilnya kemudian. Kalau kita meminjam, memang kita bisa menikmatinya sekarang tapi kemudian kita harus membayarnya kemudian beserta bunganya.

Dalam mengerjakan sekarang atau menunda pekerjaan… kalau kita mengerjakannya sekarang, kita bisa punya waktu untuk melakukan hal yang lain besoknya dengan baik. Kalau kita menundanya, besok kita harus mengerjakan beberapa hal, kerjaan yang tertunda dan kerjaan hari itu… plus keteteran dalam melakukannya.

Dalam membangun hubungan menuju pernikahan, pilihannya adalah bayar sekarang dengan menjaga kekudusan atau menikmati hal yang belum waktunya dinikmati dan kemudian kedua belah pihak bisa tidak saling menghargai dan terluka.

Jadi, pilih yang mana? bayar sekarang? Atau bayar nanti dengan bunganya?