"John Maxwell dari San Diego, California, mengatakan bahwa dalam masa hidup kita, orang rata-rata secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sepuluh ribu orang lainnya. Mereka yang berada pada posisi kepemimpinan mempengaruhi banyak sekali orang. itulah sebabnya mengapa kepemimpinan memikul tanggung jawab yang luar biasa - yaitu memastikan apa Anda menuju arah yang benar, agar keputusan yang Anda ambil berdasarkan watak dan jalan yang baik. Kalau Anda mengambil keputusan, keputusan itu secara langung atau tidak langsung akan mempengaruhi orang lain yang tidak terhitung banyaknya. Keputusan yang tepat oleh orang yang tepat bisa mempengaruhi orang lain secara positif, jadi buatlah keputusan yang baik."
(diambil dari buku "something to smile about", Zig Ziglar)
I just think.. That many things come from simple things And I could learn and enjoy many things from them..
29 April 2007
keputusan dan pengaruh
27 April 2007
26 April 2007
21 April 2007
21 April 2007
Kemaren ke pesta marriagenya Licen. Kali ini rame lagi. semobil dengan Nana, Wenny, Fanny The, Ci Sun dan Agus Raung. Di pestanya kita duduk semeja semua plus Cueng/Willy dan Yuliana. Belum lagi Hendra Theddy juga gabung. Bener-bener Rame! kali ini beberapa kali godain Agus Raung dan Fanny The. Hehe..
Setelah pesta usai, kita diminta Licen untuk foto-foto bersama dia dan suaminya. Sayang saya ndak bawa digicam jadi gak bisa punya fotonya langsung.
Pulang dari pesta kita pergi makan ice cream lagi dengan Hendra Theddy, Cisun, Agus Raung, Wenny, Nana dan Fanny The.
Bulan December nanti Hendra Theddy merit. Rasanya kita bisa ketemuan lagi. Kali ini semoga yang lain juga bisa datang.
Setelah pesta usai, kita diminta Licen untuk foto-foto bersama dia dan suaminya. Sayang saya ndak bawa digicam jadi gak bisa punya fotonya langsung.
Pulang dari pesta kita pergi makan ice cream lagi dengan Hendra Theddy, Cisun, Agus Raung, Wenny, Nana dan Fanny The.
Bulan December nanti Hendra Theddy merit. Rasanya kita bisa ketemuan lagi. Kali ini semoga yang lain juga bisa datang.
20 April 2007
Kumpul-kumpul nih
Tanggal 19 April kemaren kita ketemuan lagi. Nana, Fanny The, Wenny plus Vanessa anaknya dan saya. Kali ini ditambah dengan Cisun, Cueng/Willy, Fina/Merry dengan suami dan anaknya, dan tentu saja, si calon pengantin, Licen yang bikin rame suasana.
Kita makan di Maestro Café. Mungkin belum terjadi reuni, seluruhnya, tapi malam itu sungguh menyenangkan. Wenny yang sudah jadi ibu gembala di Jayapura tidak bisa sering-sering datang ke Donggala dan Licen yang juga nantinya menikah di Surabaya juga sulit untuk bisa datang ke Donggala lagi seperti teman-teman yang lain yang sudah menikah di Surabaya, bisa kumpul bersama-sama.
We treasure that moment. kita bercanda, saling menggodai, tanya kerjaan, pasangan hidup, keluarga dan anak hehe…pada akhirnya kita foto-foto deh…
Kali ini masi minus Hendra Theddy dan Agus Raung yang ada di Donggala tapi gak sempat datang. Akan tetapi, besok hari pernikahannya Licen, mereka pasti datang dan kita bisa foto-foto bareng lagi.
Kita makan di Maestro Café. Mungkin belum terjadi reuni, seluruhnya, tapi malam itu sungguh menyenangkan. Wenny yang sudah jadi ibu gembala di Jayapura tidak bisa sering-sering datang ke Donggala dan Licen yang juga nantinya menikah di Surabaya juga sulit untuk bisa datang ke Donggala lagi seperti teman-teman yang lain yang sudah menikah di Surabaya, bisa kumpul bersama-sama.
We treasure that moment. kita bercanda, saling menggodai, tanya kerjaan, pasangan hidup, keluarga dan anak hehe…pada akhirnya kita foto-foto deh…
Kali ini masi minus Hendra Theddy dan Agus Raung yang ada di Donggala tapi gak sempat datang. Akan tetapi, besok hari pernikahannya Licen, mereka pasti datang dan kita bisa foto-foto bareng lagi.
15 April 2007
kapan ya..?
Beberapa hari ini aku ketemuan dengan beberapa teman lama, teman-teman SMP. Aku ketemu dengan Wenny, Nana dan Fanny The (Ntar lagi bakal keluar sama Licen juga, coz Licen mau datang buat ngadain marriagenya di Palu tanggal 21 ini). Keluar makan dan jalan sama mereka. Ngoblol gak habis-habisnya. Cerita masa lalu dan juga cerita keadaan sekarang. Banyak sekali cerita yang masih pengen dishare. Gak terasa dah malam dan harus balik lagi ke rumah masing-masing.
Jadi ingat saat-saat dulu.. hehe… udah berapa tahun yang lalu ya… dah 10 tahun lebih nih. Jadi pengen reuni loh. Kalo di Surabaya biasanya ketemuan sama beberapa orang yang lain, seperti Meisiang, Hendra Theddy, Hendrawan, Isia, Yani, Ivon.…
Kapan ya bisa ketemuan semuanya yang di Donggala, dan yang dah pergi jauh-jauh tuh? Hopefully one day bisa deh…
Jadi ingat saat-saat dulu.. hehe… udah berapa tahun yang lalu ya… dah 10 tahun lebih nih. Jadi pengen reuni loh. Kalo di Surabaya biasanya ketemuan sama beberapa orang yang lain, seperti Meisiang, Hendra Theddy, Hendrawan, Isia, Yani, Ivon.…
Kapan ya bisa ketemuan semuanya yang di Donggala, dan yang dah pergi jauh-jauh tuh? Hopefully one day bisa deh…
07 April 2007
Selamat Paskah, Semuanya...
Selamat paskah semuanya…
Thanks to Jesus yang begitu mengasihi kita
Yang telah mati dan bangkit untuk kita..
telah menebus kita
menghancurkan setiap kutuk
menyembuhkan segala penyakit
dan juga memberikan kemenangan…
So, buat kita semua…
Tetap semangat ya
Dalam menghadapi tantangan apapun..
Ingat aja apa yang sudah Tuhan lakukan bagi kita…
Dia sudah memberikan kemenagan atas segalanya buat kita ;)
23 February 2007
Mendekat kepadaNya
Kita tidak berjalan menuju Allah dengan kedua kaki kita
Tidak pula dengan sayap, jika kita memilikinya yang membawa kita pada Dia
Tetapi kita sampai pada Dia dengan kasih jiwa kita
Agustinus dari Hipo
Tidak pula dengan sayap, jika kita memilikinya yang membawa kita pada Dia
Tetapi kita sampai pada Dia dengan kasih jiwa kita
Agustinus dari Hipo
10 February 2007
The devil wears prada - tidak ada kata "harus"
Belum lama ini saya menonton film berjudul the Devil wears Prada. Film yang cukup bagus yang menceritakan tentang seorang wanita pandai yang awalnya tidak mengerti fashion sama sekali mulai bekerja di majalah fashion terkenal, “Runaway”. Wanita pandai tersebut bernama Andrea (dbintangi oleh Anne Hathaway). Kerja di majalah “Runaway” merupakan suatu tantangan tersendiri bagi dia. Pertama dia sama sekali tidak mengerti fashion, kedua karena bosnya, Miranda (diperankan oleh Meryl Streep) adalah seorang yang sangat perfectionist dan koleris. Dia tidak ingin dibantah dan apa saja yang disuruhnya harus dilakukan dengan sempurna atau orang yang kerja dengannya dipecat.
Karena ingin memperoleh pendapatan yang cukup dan gaji yang ditawarkan cukup baik, Andrea memutuskan untuk menghadapi masalah-masalah yang bisa muncul di tempat kerjanya. Dia mulai berusaha fashionable dan juga berusaha untuk memenuhi setiap permintaan bosnya dengan sebaik mungkin. Sehingga suatu hari bosnya mulai merasa senang padanya dan mengajaknya ke Paris untuk menghadiri event-event penting. Diajak ke Paris cukup mengejutkan bagi Andrea berhubung itu sebenarnya itu adalah bagian dari kerjaan teman kerjanya.Yang membuat Andrea bingung adalah teman kerjanya sudah lama mempersiapkan diri untuk event-event ini (bahkan sampai diet juga) karena ini adalah salah satu impiannya. Karena takut pada Miranda dan takut kehilangan pekerjaannya, Andrea akhirnya pergi ke Paris.
Cerita ini terus berlangsung hingga ke point dimana bosnya, Miranda mengorbankan perasaan orang kepercayaannya sendiri untuk mempertahankan posisinya di perusahaan. Ketika Andrea berusaha protes kepada Miranda, Miranda mengatakan kalau sebenarnya Andreapun sudah pernah melakukan hal yang sama pada rekan kerjanya ketika dia akan ke Paris. Andrea berusaha membantah dengan mengatakan bahwa itu adalah suatu keharusan dimana Miranda sendiri yang memaksanya berbuat begitu. Saya tidak hapal bagaimana kalimat persisnya tapi pada saat itu Miranda mengatakan kalau tidak pernah ada ada keharusan, segala sesuatu adalah keputusan Andrea sendiri. Mungkin saja Miranda memaksanya untuk ikut ke Paris, tapi kalau Andrea mau, Andrea bisa saja menolak walau dengan mengorbankan pekerjaannya. So, itu bukanlah kesalahan Miranda.
Even tidak berarti saya suka dengan sikap Miranda, saya suka dengan apa yang disampaikannya pada Andrea. Tidak ada kata kita “harus” melakukan sesuatu karena paksaan atau disebabkan oleh keadaan tertentu. Semuanya adalah keputusan kita sendiri dengan segala konsekuensinya. Hal ini akan membantu kita untuk tidak selalu menyalahkan orang lain dan mengasihani diri sendri. Segala keadaan yang kita alami adalah keputusan kita sendiri untuk berada dalam keadaan itu.
Karena ingin memperoleh pendapatan yang cukup dan gaji yang ditawarkan cukup baik, Andrea memutuskan untuk menghadapi masalah-masalah yang bisa muncul di tempat kerjanya. Dia mulai berusaha fashionable dan juga berusaha untuk memenuhi setiap permintaan bosnya dengan sebaik mungkin. Sehingga suatu hari bosnya mulai merasa senang padanya dan mengajaknya ke Paris untuk menghadiri event-event penting. Diajak ke Paris cukup mengejutkan bagi Andrea berhubung itu sebenarnya itu adalah bagian dari kerjaan teman kerjanya.Yang membuat Andrea bingung adalah teman kerjanya sudah lama mempersiapkan diri untuk event-event ini (bahkan sampai diet juga) karena ini adalah salah satu impiannya. Karena takut pada Miranda dan takut kehilangan pekerjaannya, Andrea akhirnya pergi ke Paris.
Cerita ini terus berlangsung hingga ke point dimana bosnya, Miranda mengorbankan perasaan orang kepercayaannya sendiri untuk mempertahankan posisinya di perusahaan. Ketika Andrea berusaha protes kepada Miranda, Miranda mengatakan kalau sebenarnya Andreapun sudah pernah melakukan hal yang sama pada rekan kerjanya ketika dia akan ke Paris. Andrea berusaha membantah dengan mengatakan bahwa itu adalah suatu keharusan dimana Miranda sendiri yang memaksanya berbuat begitu. Saya tidak hapal bagaimana kalimat persisnya tapi pada saat itu Miranda mengatakan kalau tidak pernah ada ada keharusan, segala sesuatu adalah keputusan Andrea sendiri. Mungkin saja Miranda memaksanya untuk ikut ke Paris, tapi kalau Andrea mau, Andrea bisa saja menolak walau dengan mengorbankan pekerjaannya. So, itu bukanlah kesalahan Miranda.
Even tidak berarti saya suka dengan sikap Miranda, saya suka dengan apa yang disampaikannya pada Andrea. Tidak ada kata kita “harus” melakukan sesuatu karena paksaan atau disebabkan oleh keadaan tertentu. Semuanya adalah keputusan kita sendiri dengan segala konsekuensinya. Hal ini akan membantu kita untuk tidak selalu menyalahkan orang lain dan mengasihani diri sendri. Segala keadaan yang kita alami adalah keputusan kita sendiri untuk berada dalam keadaan itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

