Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts

31 May 2007

Menentukan Skala Prioritas

Bagaimana Anda menentukan ukuran tingkat prioritas dari kegiatan-kegiatan Anda? Sebenarnya ada banyak cara untuk menentukan tingkat prioritas. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menentukan tingkat prioritas yang dikutip dari buku Time Management karya Marc Mancini:
  1. Keuntungan atau manfaat yang tinggi.
    Kegiatan yang mana yang akan menghasilkan manfaat yang paling baik dibandingkan dengan waktu dan tenaga Anda.
  2. Esensi dari tujuan Anda.
    Kegiatan mana yang penting dan mendukung tercapainya cita-cita atau tujuan pribadi.
  3. Esensi dari tujuan perusahaan.
    Kegiatan mana yang menguntungkan bagi perusahaan, yang mana dengan melakukan kegiatan tersebut perusahaan merasa beruntung karena mempekerjakan Anda, atau apabila Anda pemilik perusahaan, perusahaan mendapat keuntungan karena kegiatan Anda.
  4. Esensi dari atasan Anda.
    Kegiatan mana yang mendapatkan penghargaan lebih dari atasan Anda.
  5. Tidak dapat didelegasikan.
    Kegiatan mana yang hanya bisa dilakukan oleh Anda dapat digolongkan berprioritas tinggi.

19 May 2007

1+1≠2

Secara matematika memang tidak mungkin terjadi, namun dalam kehidupan sehari-hari hal ini sering terjadi. Dan ini terjadi pada kehidupan saya dan bisa saja terjadi pada setiap kita.

Bekerja sama dalam suatu tim memang tidak lebih mudah daripada bekerja seorang diri. Banyak kepentingan dan kemauan masing-masing bagian yang terkadang bisa menimbulkan konflik. Namun dalam suatu tim, dimana setiap bagiannya bekerja sama untuk satu tujuan dapat memberikan hasil yang lebih dari pada bekerja seorang diri. Hal ini bisa terjadi dalam pekerjaan, persahabatan, dan lain sebagainya.

Dua orang bekerja sama dalam satu tim mempunyai hasil yang lebih besar daripada dua orang bekerja sendiri-sendiri yang hasilnya dijumlahkan.

29 April 2007

keputusan dan pengaruh

"John Maxwell dari San Diego, California, mengatakan bahwa dalam masa hidup kita, orang rata-rata secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sepuluh ribu orang lainnya. Mereka yang berada pada posisi kepemimpinan mempengaruhi banyak sekali orang. itulah sebabnya mengapa kepemimpinan memikul tanggung jawab yang luar biasa - yaitu memastikan apa Anda menuju arah yang benar, agar keputusan yang Anda ambil berdasarkan watak dan jalan yang baik. Kalau Anda mengambil keputusan, keputusan itu secara langung atau tidak langsung akan mempengaruhi orang lain yang tidak terhitung banyaknya. Keputusan yang tepat oleh orang yang tepat bisa mempengaruhi orang lain secara positif, jadi buatlah keputusan yang baik."
(diambil dari buku "something to smile about", Zig Ziglar)

29 June 2006

Pilihlah yang berdampak paling besar

Saya pernah membaca blog seseorang tentang memilih hal yang dikerjakan dahulu. Penulisnya mengatakan, kalau ada beberapa pilihan untuk dilakukan, pilihlah yang berdampak paling besar. Awalnya saya tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan. Akan tetapi beberapa hari yang lalu saya mengalami sesuatu yang membuat saya mengerti apa yang dimaksud dengan penulis blog tersebut.

Sudah sepuluh hari ini papa dan mama saya ke luar kota dan itu berarti saya sendirian dan bertanggung jawab penuh atas rumah dan toko. Suatu sore pulang toko, ketika saya lagi benar-bener ndak enak badan, saya diperhadapkan dengan beberapa pilihan yang menurut saya agak sulit pada saat itu. 1. minum obat dan segera tidur. 2. menyiapkan nota-nota buat keberangkatan mobil besok (ini menjadi pilihan utama saya pada awalnya karena saya terbiasa menyelesaikan semua kerjaan saya hari itu agar besok tidak ada kerjaan yang tertinggal, apalagi pemuatan akan dilakukan besok pagi-pagi sekali, jadi saya tidak punya waktu mengerjakan nota sebelum pemuatan kalau malam itu saya tidak mengerjakannya juga) 3. Pergi ke gereja dan berdoa karena hari itu adalah jadwal untuk berdoa bersama bagi bangsa (it took one hour).

Pada saat kebingungan itu, saya teringat akan isi tulisan dari blog itu. Kalau anda dihadapkan pada pilihan akan apa yang harus ada lakukan, pilihlah yang berdampak paling besar. Akhirnya pada malam itu saya memutuskan untuk tetap ke gereja dan berdoa juga karena menurut saya itu adalah hal yang berdampak paling besar (our nation needs prayer; there is power in prayer apalagi doa bersama, disana kita bisa bersepakat bersama). Pulang dari gereja saya langung minum obat dan tidur, kerena menurut saya kesehatan saya sangat penting. Kalau saya benar-bener sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, tentu saja itu berarti toko saya tidak buka dan itu berarti kerugian ;) dan tentang menyiapkan nota-nota, saya mendelegasikan pada karyawan saya (even itu berarti kadang hasilnya tidak sesuai dengan keinginan saya dan saya tetap saja harus mengoreksinya, tapi paling tidak saya tidak mengerjakannya semua dan membuat dia belajar sesuatu yang baru).

Saya merasa sangat senang dengan keputusan saya tadi. Pertama karena saya tetap saja bisa berdoa bersama jemaat untuk bangsa ( I believe our prayer means something for our nation) Kedua saya mendapatkan istirahat yang cukup dan sembuh pada esok harinya dan bisa bekerja lebih efektif dibanding kalau saya tetap saja mengerjakan nota sampai malam. Ketiga, saya belajar untuk mendelegasikan tugas dan membuat karyawan saya mendapatkan suatu hal yang baru. Jadi, ya menurut pengalaman saya, nasehat untuk mengambil keputusan melakukan hal yang memberikan dampak paling besar sungguh merupakan nasehat yang baik.

10 March 2006

Tentang priority

Kalau seorang pemimpin mendahulukan keluarganya, komunitas akan memetik manfaatnya. Kalau seorang pemimpin mendahulukan komunitasnya, baik keluarganya maupun komunitasnya akan menderita
John C. Maxwell