Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

15 August 2007

Bahasa Kasih


Bagaimana cara anda mengutarakan bahwa anda mengasihi seseorang? Atau apakah ada cara-cara tertentu yang dapat membuat anda merasa dikasihi?
Jawaban dari pertanyaan tersebut diatas akan menentukan jenis bahasa kasih yang penting bagi anda.
Apa sih bahasa kasih itu?
Bahasa adalah cara seseorang berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Bahasa kasih adalah cara seseorang mengkomunikasikan kasihnya satu dengan yang lainnya.
Menurut Gary Chapman, ada lima jenis bahasa kasih yaitu:

1. Kata-kata pendukung
2. Saat-saat mengesankan
3. Hadiah-hadiah
4. Pelayanan
5. Sentuhan fisik

Terkadang bisa terjadi banyak konflik antara seseorang dengan orang yang dikasihinya karena mereka tidak memahami bahasa kasih satu dengan yang lain. Dengan mengerti bahasa kasih kita sendiri dan orang yang kita kasihi, kita bisa memberikan perhatian lebih dengan mengasihi menurut cara mereka sehingga menyampaian kasih kita bisa sampai pada sasaran dan juga kita bisa menceritakan kepada orang yang kita ingin mereka mengasihi kita agar mereka mengerti bagaimana cara mengasihi kita.

Diambil dari buku “Lima Bahasa Kasih”. Ditulis oleh Gary Chapman

17 July 2007

Jangan Bunuh Bebeknya!

Pernah dengar cerita tentang seorang petani dan bebek bertelur emas? Rasanya hampir semua dari kita pernah mendengar cerita tentang seorang petani miskin yang menjadi kaya karena bebeknya tiba-tiba menghasilkan sebutir telur emas setiap harinya. Kisah ini berakhir menyedihan karena si petani membunuh si bebek karena ingin mendapatkan semua telur emas yang ada di dalam tubuh si bebek. Si bebek mati dan tidak ada sebutirpun telur emas di dalam tubuh mati si bebek.

Waktu kita mendengarkan cerita si petani dan bebek ini, kebanyakan dari kita berpikir bahwa si petani ini bodoh sekali. Rasanya tidak mungkin orang normal yang berpikiran sehat dapat melakukan hal yang bodoh seperti hal yang dilakukan si petani, jika benar-benar mereka punya bebek bertelur emas tentunya.

Akan tetapi, ketika saya menemukan kembali cerita ini dibuku Steven Covey tentang Tujuh Kebiasaan, saya tidak lagi berpikir demikian. Covey mengumpakankan si petani adalah kita dan bebek bertelur emas adalah semua asset kita yang bisa menghasilkan hal yang baik dalam kehidupan kita. Ada beberapa contoh yang bisa dipakai disini, misalnya, uang yang berperan sebagai modal usaha kita, alat transportasi yang kita miliki untuk menjalankan usaha kita atau bahkan bisa juga tubuh kita (masih banyak lagi contoh lain yang bisa kita pikirkan, yang menurut kita adalah hal penting dalam kehidupan kita)

Tentang uang dalam modal usaha kita, kita bisa saja membunuh si bebek dengan cara membelanjakan uang tersebut. Ketika uang sudah habis dibelanjakan untuk barang-barang konsumsi, tidak ada lagi bebek yang bisa menghasilkan telur emas. Tentang alat transportasi yang kita miliki. Misalnya kita memiliki mobil baru, kita menggunakanya dengan berlebih tanpa mengeluarkan biaya untuk perawatannya. Memang pada awalnya kedengaran menyenangkan, mobil baru, kemampuan bagus, tidak membutuhkan biaya untuk merawatnya, kita memakainya sesuka kita. kemudian beberapa tahun berlalu, mobilnya rusak, bebeknya mati karena ternyata setelahnya ongkos perbaikannya menjadi sangat mahal. Begitu juga dengan tubuh kita, pada waktu usia kita masih muda, kita jarang sakit, rasanya kita bisa melakukan apa saja. Kita tidak menjaganya dengan baik, kita menggunakannya secara berlebihan. Beberapa tahun kemudian, kita sudah mulai mengeluhkan banyak hal dan si bebek perlahan-lahan mati, kita tidak lagi produktif, tidak ada lagi telur emas yang bisa kita nikmati.

Ternyata kadang bisa saja tanpa kita sadari kita melakukan hal yang sama dengan si petani yang kita anggap bodoh. Kita membunuh si bebek yang menghasilkan telur emas bagi kita karena kita ingin semuanya serba cepat, menikmati semuanya sekarang.

02 June 2007

Teman Disaat Kesukaran

Kesukaran adalah saringan yang kita gunakan untuk menyaring kenalan kita. Mereka yang terlalu besar untuk lolos adalah sahabat kita.
(Dikutip dari buku God's Little Instruction Book on Friendship)

Seorang teman yang bersama kita saat dalam suasana sukacita mudah sekali ditemui. Namun seorang teman yang tetap bersama-sama kita walaupun keadaan sulit, itulah seorang sahabat yang setia. Buku ini memberikan contoh ilustrasi Alkitab saat raja Daud berada dalam pelariannya, ada seorang dari Gat yang bernama Itai yang mau menyertai raja Daud, hidup atau mati. Kisah ini tertulis pada kitab 2 Samuel 15:21.

31 May 2007

Menentukan Skala Prioritas

Bagaimana Anda menentukan ukuran tingkat prioritas dari kegiatan-kegiatan Anda? Sebenarnya ada banyak cara untuk menentukan tingkat prioritas. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menentukan tingkat prioritas yang dikutip dari buku Time Management karya Marc Mancini:
  1. Keuntungan atau manfaat yang tinggi.
    Kegiatan yang mana yang akan menghasilkan manfaat yang paling baik dibandingkan dengan waktu dan tenaga Anda.
  2. Esensi dari tujuan Anda.
    Kegiatan mana yang penting dan mendukung tercapainya cita-cita atau tujuan pribadi.
  3. Esensi dari tujuan perusahaan.
    Kegiatan mana yang menguntungkan bagi perusahaan, yang mana dengan melakukan kegiatan tersebut perusahaan merasa beruntung karena mempekerjakan Anda, atau apabila Anda pemilik perusahaan, perusahaan mendapat keuntungan karena kegiatan Anda.
  4. Esensi dari atasan Anda.
    Kegiatan mana yang mendapatkan penghargaan lebih dari atasan Anda.
  5. Tidak dapat didelegasikan.
    Kegiatan mana yang hanya bisa dilakukan oleh Anda dapat digolongkan berprioritas tinggi.

29 May 2007

Buku: Personality Plus for Couples


Lagi baca buku menarik nih, bukunya berjudul Personality Plus for Couples karangan Florence Littauer. Bukunya bagus, lanjutan dari buku Personality Plus yang sangat terkenal. Yang personality plus belum pernah saya baca sih, tapi hal itu ndak membuat saya terhalangi menikmati buku Personality Plus for Couples ini. Buku ini memang belum selesai saya baca, tapi saking menariknya buku ini saya jadi pengen share sedikit tentang yang saya temukan dari buku ini.

Buku ini menarik karena banyak sekali memberikan ilustasi tentang pasangan-pasangan yang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan konflik-konflik yang dapat terjadi karena perbedaan karakter itu. Malah buku ini diawali dengan cerita “lucu” tentang konflik dia sendiri dengan suaminya. Dengan banyaknya ilustasi yang diberikan, pembaca dapat seolah-olah melihat diri mereka sendiri dalam ilustrasi itu dan bisa mengerti mengapa konflik bisa terjadi, yaitu karena adanya perbedaan karakter yang alami yang dimiliki oleh setiap manusia. Disini Littauer menggunakan teori Galen (fisiolog Romawi) dalam menklasifikasikan karakter manusia tergantung pada banyaknya cairan tubuh tertentu yang terdapat dalam tubuh manusia. Macam karakter itu adalah Sanguinis (kepribadian popular), Koleris (kepribadian kuat), Melankolis (kepribadian sempurna) dan Phlegmatis (kepribadian damai) yang juga dibahas secara detail dibuku ini. (bahkan kuisioner untuk mengetahui kita termasuk dalam karakter yang mana loh!)

Buku ini membahas banyak segi yang bisa menjadi konflik antara karakter-karakter tersebut (misalnya tentang keuangan, kegiatan sosial, kerja bahkan kebiasaan makan) dan bagaimana cara mengatasinya. Sejauh yang saya baca (since saya belum selesai baca juga nih), Littauer tidak menyarankan kita untuk mengubah pasangan kita, tapi malah menghargai karakter mereka yang Tuhan ciptakan sedemikian rupa untuk melengkapi kita. well, menurut saya sih, buku ini juga layak baca, buat semua orang, yang sudah menikah, sedang membangun hubungan, maupun yang masih single sekalipun.

26 May 2007

Lotta

Kemaren asik baca buku lama, buku karangan Astrid Lindgren yang judulnya Lotta. Buku ini gak sengaja saya temukan lagi nongol dibawah meja ruang tamu saya. Krn lagi nganggur, saya baca lagi. bukunya simple tapi menarik.

Buku yang judulnya Lotta ini bercerita tentang tiga orang anak kecil kakak beradik yang tinggal di Swedia. Buku ini seolah-olah anak kedua, yang disebut sebagai Mia Maria Marten yang bercerita tentang kehidupan di rumahnya, terutama cerita kesehariannya bermain dengan kedua saudaranya, Jonas, kakak laki-lakinya dan Lotta, adik perempuannya.

Walaupun yang bercerita Mia Maria, akan tetapi jelas sekali topik yang paling sering dibahas adalah tentang adik perempuannya yang lucu kreatif dan bandel, Lotta.

Salah satu contoh tentang kelucuan Lotta adalah dia berdiri diatas jerami dan membiarkan dirinya kehujanan karena ingin cepat besar setelah mendengar penjelasan ibunya kalau hujan dapat membuat tumbuh tanaman. Lotta ingin sekali cepat besar seperti kedua kakaknya.

Lotta juga bandel, ketika dia lagi bete karena baru saja mimpi kedua kakaknya memukul Bamsie, boneka kesayangannya, dia juga tidak ingin memakai sweater yang disuruh sang mama untuk dikenakan, malah dia mengguntingi sweater itu dan membuangnya ke tong sampah. Karena merasa bersalah dan ketakutan, Lotta memutuskan untuk pindah rumah dan pindah di rumah bu Berg, tetangganya. :)

Dari buku ini Lindgren juga sedikit banyak menggambarkan bagaimana keadaan keluarga Marten ini. Mereka adalah keluarga yang cukup bahagia, tinggal di rumah kuning dengan halaman yang cukup luas untuk menanam bunga-bungan dan bermain bola. Orang tua mereka bergaul akrab dengan anak-anak mereka, cukup tegas dan juga sangat menyayangi ketiga anak mereka.

Buku hanya berketebalan 139 halaman dan bisa dihabiskan dengan waktu kurang lebih setengah jam saja, tapi mampu membuat saya tersenyum-senyum sendiri beberapa kali. Cukup buat refreshing dan tidak berbahaya buat input di otak =P